Musim Kemarau, Warga Lamongan ini Kerja Sampingan Bikin Kiso dari Daun Lontar
Musim kemarau ini berdampak dengan kehidupan dan keseharian para petani yang ada di wilayah tadah hujan, terutama di wilayah Lamongan, Jawa Timur.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Musim kemarau ini berdampak dengan kehidupan dan keseharian para petani yang ada di wilayah tadah hujan, terutama di wilayah Lamongan, Jawa Timur.
Para petani bukannya tidak lagi mampu menggarap lahan pertaniannya, namun sangat jauh mengurangi aktivitas di sawah.
Untuk mengisi waktu luang yang begitu banyak, sebagian petani harus mencari kerjaan sampingan untuk mencari penghasilan tambahan.
"Lahan pertanian juga bero dan masih menunggu musim penghujan untuk bisa tanam," ungkap Rumiati (65) petani warga Dusun Sidowayah, Desa Lawangan Agung Kecamatan Sugio Lamongan kepada Tribunjatim.com, Senin (27/8/2018).
Menunggu musim penghujan, banyak waktu yang terbuang jika tidak diisi dengan kegiatan mencari tambahan nafkah.
• 7 Juta Pil Koplo Disita, Polrestabes Surabaya Tetapkan Dua Tersangka di Banjarmasin
Kerjaan sampingan ini umumnya dilakukan oleh kaum Hawa. Pekerjaan menganyam daun lontar dinilai warga sangat membantu ekonomi keluarga.
Warga bekerja sampingan membuat kiso (tas dari lontar untuk membawa ayam, red). "Hasil kerajinan ini paling tidak menjaga agar asap dapur tetap mengepul," kata Rufian, pengrajin lainnya.
Saat musim kemarau seperti ini, penghasilan mereka praktis hanya berasal dari membuat Kiso.
Rufian mengaku sudah menekuni pekerjaan sampingannya itu selama lebih dari 15 tahun yang ditekuni setiap musim kemarau.
Kebanyakan dalam satu keluarga ikut menggarap dan menekuni kerajinan kiso ini.
Hal yang sama juga dilakukan oleh beberapa tetangga Rufian.
Modal membuat kiso memang cukup ringan. Namun pendapatannya cukup lumayan. Untuk 100 biji kiso lalu sebesar Rp 130 ribu.
• Ups, Syahrini Ketahuan Bohong Soal Umur Saat Ditanya Tentang Keluarga, Aslinya 10 Tahun Lebih Tua
"Sudah diambil pengepul dan tidak perlu menjajakan," ungkap nenek Rumiati.
Bahan baku kiso mudah didapatkan. Daun lontar yang menjadi bahan pembuatan kiso, biasanya dibeli dari para pemilik pohon lontar yang tak jauh dari kampung mereka. Untuk satu pelepah daun lontar belinya Rp 2 ribu.
" Jika daunnya bagus dan panjang-panjang, bisa jadi 3 buah kiso," ungkapnya.
Para kaum ibu yang menekuni kerjaan sampingan ini dalam sehari, menurut Rufian, rata-rata bisa menghasilkan 30 biji kiso.
Itu pun jika tinggal menganyam daun lontar yang sudah terpisah dari lidinya.
Kalau dimulai dari memisahkan daun lontar dengan lidinya, paling banyak menghasilkan 29 kiso dalam sehari.
• Krisis Air Bersih Terjadi di 31 Desa di 11 Kecamatan di Lamongan Jawa Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-lamongan-daun-lontar-untuk-kiso-oleh-warga-lamongan-jawa-timur_20180827_172927.jpg)