Seorang Komplotan Pencuri Baju di Mojosari Mojokerto Tertangkap, Tiga Kabur
Komplotan pencurian baju di Toko Subur Jalan Hayam Wuruk, Mojosari, Kabupaten Mojokerto ternyata berjumlah empat orang.
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Komplotan pencurian baju di Toko Subur Jalan Hayam Wuruk, Mojosari, Kabupaten Mojokerto ternyata berjumlah empat orang.
Satu diantara keempat tersangka, yakni Tohari (35) berhasil diringkus anggota kepolisian Polsek Mojosari, lantaran tak bisa melarikan diri setelah pegawai Toko Subur memergokinya.
Kanit Reskrim Polsek Mojosari Ipda Heru Prasetya Nugroho mengatakan, saat ini telah mengantongi nama-nama ketiga orang tersangka yang berhasil melarikan diri. Ketiga tersangka itu masih dalam proses pengejaran.
Nama-nama ketiga tersangka itu Dwi Sularso (30), warga Wonogiri Jawa Tengah, Koplo (30) dan Antok warga Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto.
• Jenguk BJ Habibie di Rumah Sakit, Jokowi Sempat Bertukar Pikiran Tentang Pembangunan SDM
"Kami sudah mengantongi nama-nama tersangka yang berhasil kabur. Ketiga tersangka masih dalam pengejaran,'' katanya Heru Senin (27/8/2018).
Heru menjelaskan, Tohari warga Desa Kedundung, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto merupakan otak pencurian di Toko Subur. Komplotan ini terbilang terorganisir ketika mencuri.
Setiap tersangka mempunyai tugas-tugas tersendiri. Sehingga aksi pencurian mereka sempat berjalan mulus.
Tohari bertugas mengambil baju dari etalase, sedang Koplo dan Antok masuk ke dalam toko. Tersangaka Dwi Sularso bertugas mengemudikan mobil Xenia Hitam Nopol DK 1198 FM.
"Pertama-tama mereka janjian ketemuan di Terminal Kertajaya. ketiga tersangka di jemput oleh Tohari. Lalu melancarkan aksinya di Toko Subur. Koplo dan Antok menunggu pakaian yang diambil oleh Tohari di ruang ganti," ujar Heru.
Heru melanjutkan, baju disimpan oleh Koplo dan Antok di balik baju yang dikenakan. Dari barang bukti yang diamankan, komplotan ini berhasil menggasak pakaian berjumlah 19 potong dari Toko Subur.
"Dalam hitungan menit mereka berhasil mencuri 19 potong kaos dan kemeja. Total harga pakaian itu mencapai Rp 5.563.000. rata-rata satu pakaian harganya berkisar Rp 150.000 hingga Rp 400.000. pihak Toko Subur juga sudah membernarkan," sebutnya.
Dwi Sularso, Koplo, dan Antok langsung kabur setelah dipergoki oleh pegawai toko Subur. Mereka kabur ke arah timur menuju simpang Pedagas, lalu ke Jalan Habibi, jalur belahan tengah ke barat ke arah kota Jalan Benteng Pancasila.
• 7 Juta Pil Koplo Disita, Polrestabes Surabaya Tetapkan Dua Tersangka di Banjarmasin
Ketika melintas di Jalan Benteng Pancasila tepatnya di selasar rel kereta api menabrak pengendara motor.
"Dua tersangka di turunkan di Jalan Benteng Pancasila. Pengemudi Dwi Silarso melanjutkan pelarian hingga masuk ke pemukiman Perumahan Griya Permata Meri," paparnya.
Tersangka mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi ketika memasuki area Perumahan Griya Permata Meri. Hal ini sempat menggemparkan warga. Akhir pelariannya juga berhenti di sana sebab Gang Blok E 5 yang berada paling belakang Perumahan Griya Permata Meri adalah jalan buntu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-mojokerto-mobil-yang-dipakai-komplotan-pencuri-baju-di-mojosari-mojokerto_20180827_182149.jpg)