Gelar Karnaval Sambut Tahun Baru Islam, MWC NU Gubeng Harapkan Warga Jaga Netralitas
Salaiman berharap kegiatan ini bisa rutin dilakukan, dengan tujuan menjaga netralitas masyarakat NU, khususnya di Surabaya.
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Ani Susanti
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Majelis Wilayah Cabang (MWC) Nahdhlatul Ulama (NU) Kecamatan Gubeng menggelar acara Gebyar Karnaval Budaya yang diikuti 1500 peserta dari berbagai kalangan masjid TPQ, TPA dan majelis ta’lim, Minggu (9/9/2018).
Acara tersebut merupakan rangkaian acara dalam menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1440 Hijriyah, yang digelar di Lapangan Kalibokor, Surabaya.
“Ini merupakan tahun kedua kami menyelenggarakan acara karnaval bertema Islam Nusantara. Bedanya kali ini tepat di tahun politik. Oleh karenanya kami sepakat mengambil tema NU di era millenial,” terang Ketua Pelaksana, Sulaima, pada TribunJatim.com, Minggu (9/9/2018).
• Gudang di Jemursari Surabaya Disatroni Kawanan Perampok, Pelaku Bawa Senjata dan Curi Mobil Terios
Berbagai kostum dipertunjukkan peserta dalam kegiatan tersebut.
Ada yang mengenakan kostum dari daur ulang kipas kayu hingga mengenakan atribut layaknya hantu.
Selain itu tampak pula atribut lambang NU berukuran besar.
Berbagai kalangan menjadi satu dalam kegiatan yang meriah itu.
• VIDEO: Meriahnya Acara Karnaval yang Diikuti 1500 Warga NU Gubeng untuk Sambut Tahun Baru Islam
Salaiman berharap kegiatan ini bisa rutin dilakukan, dengan tujuan menjaga netralitas masyarakat NU, khususnya di Surabaya.
“Tentu semua kalangan wajib menjaga netralitas di dalam NU. Maka dari itu interpretasinya dari kegiatan karnaval ini bahwa Islam Nusantara adalah rahmat bagi seluruh makhluk,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/warga-nu-gubeng-karnaval-tahun-baru-islam_20180909_164030.jpg)