Pilpres 2019

Polemik Debat Capres Berbahasa Inggris-Arab, Najwa Shihab Ajukan Debat ala Amerika Serikat: Berani?

Najwa Shihab bersama tim Mata Najwa memberikan usulan debat bagi para kandidat dalam kontestasi pemilihan presiden (pilpres).

Polemik Debat Capres Berbahasa Inggris-Arab, Najwa Shihab Ajukan Debat ala Amerika Serikat: Berani?
Instagram/najwashihab
Najwa Shihab 

Yang juga perlu diperhatikan adalah pertanyaan yang diajukan dalam debat pejabat publik.

Seringkali pertanyaan terlalu luas karena banyak isu yang ingin dicover sehingga jawabannya juga akan lebar, dan akhirnya cenderung normatif.

Jika pertanyaannya tetap cukup luas, perlu ada mekanisme follow up question (pertanyaan lanjutan) yang kerap terlihat sekarang, pertanyaannya luas, dijawab normatif dan selesai begitu saja tidak ada pertanyaan lanjutan atau tidak ada mekanisme bagi moderator untuk menanyakan lebih jauh," ujarnya.

Cerita Ruben Onsu Soal Istri-Anak-Adik Diteror Tiap Jam 2 Pagi, Ada Energi Gelap, Punggung Berat

Ketika menjadi wartawan, Najwa juga acapkali terlibat dalam debat antar kandidat.

Ia bercerita saat itu ia pernah telibat dan melihat secara langsung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara debat merancang program debat.

Usulan ide debat pun juga pernah disampaikan pada KPU, namun usulan itu terbentur dengan para tim sukses kandidat yang terlalu membatasi jagoannya.

"Saya juga terlibat pemilu beberapa kali di Metro TV dulu diberi kesempatan untuk mengadakan debat.

Saya lihat di mana KPU merancang debat. Ada tiga pihak yang terlihat, tim sukses kandidat, TV penyelenggara, dan KPU.

Waktu itu kami mengajukan format debat yang lebih efektif dan menarik tapi selalu terbentur dengan timses masing-masing kandidat yang cenderung overprotective pada jagoannya, tidak mau ada pertanyaan lanjutan, tidak mau ada mekanisme saling bertanya, dan akhirnya KPU kerap kali tersandera oleh timses yang cenderung main aman.

Jadi usul konkrit daripada saling sindir soal lomba-lomba bagi kandidat, lebih baik timses duduk dengan KPU membuka diri untuk penyelenggaran debat yang lebih bernas yang memungkinkan para pemilih mendapatkan debat yang terbuka.

Halaman
1234
Editor: Ani Susanti
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved