Sampah Botol Suroboyo Bus Menumpuk
Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dan Dishub berkolaborasi dalam pengoperasian Suroboyo Bus dan Bus Tumpuk
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dan Dishub berkolaborasi dalam pengoperasian Suroboyo Bus dan Bus Tumpuk
Sejak diluncurkan 7 April 2018, Suroboyo Bus tiap hari dinaiki 1.500 - 2.000 penumpang per hari.
Ada 10 Unit Suroboyo bus dan 2 unit Bus Tingk
• Meski Cedera Pasca Jatuh di MotoGP Aragon 2018, Jorge Lorenzo Masih Ngotot Tampil di MotoGP Thailand
at (tumpuk).
Tiap penumpang harus membawa 5 botol air mineral 600 ml atau 3 botol air mineral 1.500 untuk dikonversikan satu tiket Suroboyo Bus dan Bus Tingkat.
Sampai saat ini sudah ada 23 ton sampah botol terkumpuL. Namun tetap menumpuk di bank-bank sampah, rumah kompos dan digudangkan.
• Umumkan akan Pensiun dari MotoGP, Dani Pedrosa Dilirik dan Dikabarkan akan Dikontrak Tim KTM
DKRTH belum mengolah atau mengkonversikan menjadi uang karena belum ada payung hukum.
Sampah-sampah itu dikumpulkan dari penumpang Suroboyo Bus dan Bus Ttingkat. Kemudian dikumpulkan di bank sampah di Terminal Purabaya dan JMP.
Kemudian dibawa ke rumah kompos Bratang, rumah kompos Wonorejo atau Pusat Daur Ulang Jambangan.
DKRTH sejauh ini belum bisa memutuskan penyikapan atas menumpuknya sampah plastik botol karena bus beroperasi sebelum payung hukum dan regulasi Suroboyo Bus dibuat. (Faiq)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/uji-coba-bus-tingkat-atau-double-decker-di-surabaya_20180730_123312.jpg)