Kecelakaan di Jatim

Diduga Sopir Mengantuk, Mikrobus Mazda Tercebur Parit 4 Meter di Frontage Jalan Ahmad Yani Surabaya

Sebuah mobil mikrobus diduga akibat sopirnya mengantuk berat, oleng hingga tercebur ke dalam parit

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
Tribun Jatim Network/Luhur Pambudi
PROSES EVAKUASI - Saat petugas pemadam kebakaran berjibaku mengangkat bodi mikrobus Mazda Bongo E2000 bernopol L-1491-AEH warna silver yang tercebur parit pembatas ruas jalan sedalam sekitar empat meter di Jalan Frontage Jend. A Yani, Gayungan, Surabaya, atau telah depan Gapura Gang Jalan Gayungan, pada Jumat (5/6/2026) sore. 
Ringkasan Berita:
  • Kronologi Kejadian: Kecelakaan tunggal terjadi di Frontage Jalan Jend. A Yani Surabaya pada Jumat sore (5/6/2026), melibatkan mikrobus Mazda Bongo yang tercebur ke parit sedalam 4 meter.
  • Penyebab Kecelakaan: Diduga kuat sopir berinisial L mengemudikan kendaraan dalam kecepatan tinggi dan kondisi mengantuk, sehingga mobil oleng ke kiri dan menabrak pohon trembesi.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Insiden kecelakaan tunggal mendebarkan terjadi di jalur protokol Kota Surabaya.

Sebuah mobil mikrobus diduga akibat sopirnya mengantuk berat, oleng hingga tercebur ke dalam parit pembatas jalan sedalam sekitar empat meter di Jalan Frontage Jend. A Yani, Gayungan, Surabaya, tepat di depan Gapura Gang Jalan Gayungan pada Jumat (5/6/2026) sore.

Berdasarkan pantauan langsung TribunJatim.com di lokasi kejadian sekitar pukul 16.39 WIB, bodi mikrobus Mazda Bongo E2000 bernomor polisi L-1491-AEH warna silver tersebut tampak terbenam di dalam air parit yang berwarna pekat kehitaman.

Petugas dari Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya langsung menerjunkan truk jenis crane ke bahu jalan untuk mengevakuasi bangkai kendaraan. Tiga orang petugas PMK bahkan harus menceburkan diri ke dalam air parit yang kotor guna memasang tali pengikat pada bodi mobil. Proses pengangkatan bodi mikrobus tersebut akhirnya dinyatakan rampung sekitar pukul 17.22 WIB.

Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Teman-Temannya, Pelaku Bawa Korban Naik Motor ke Rumah Sakit

Sementara itu, sebuah mobil ambulans dari tim medis bersiaga di sisi ruas jalan jalur cepat untuk memberikan perawatan intensif kepada sang sopir mikrobus yang diketahui berinisial L.

Kesaksian Warga dan Aksi Heroik Penyelamatan Korban

Detik-detik mencekam kecelakaan tunggal ini sempat disaksikan oleh Agung Nur Subekti (48) alias Cak Gundul, seorang pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sekitar lokasi. Saat itu, Cak Gundul sedang bersiap membuka warungnya untuk berdagang di sore hari ketika tiba-tiba mendengar suara benturan yang sangat keras.

Rupanya, mikrobus melaju kencang dari arah utara dan langsung menghantam pohon trembesi di tepi jalan sebelum akhirnya terperosok ke dalam parit pembatas.

"Sopirnya laki-laki masih muda. Itu tadi kecepatannya tinggi dalam posisi mengantuk. Dia melaju di jalur cepat sebelah tengah, lalu posisi mobilnya ngiri sendiri secara mendadak, menabrak pohon trembesi itu, dan langsung tercebur," kata Cak Gundul saat ditemui TribunJatim.com di lokasi kejadian.

Baca juga: Dupoin Futures Edukasi 200 Mahasiswa Surabaya tentang Peluang Futures Trading di Pasar Global

Melihat mobil terbenam separuh ke dalam air, Cak Gundul langsung berlari menyeberangi jalan. Mirisnya, ia melihat warga sekitar justru sibuk mendokumentasikan kejadian tersebut ketimbang memberikan pertolongan pertama. Menyadari sopir masih terjebak di dalam kabin kemudi yang mulai kemasukan air, Cak Gundul tanpa pikir panjang langsung menceburkan diri ke dalam parit.

"Saya tadi melihat orang-orang di lokasi cuma foto-foto saja, tidak ada yang membantu. Akhirnya saya nyemplung sendiri ke dalam parit untuk membuka pintu mobil," terangnya.

Sopir Selamat dari Maut Meski Alami Syok Berat

Cak Gundul berusaha keras membuka paksa pintu kemudi yang sempat macet akibat tekanan air. Beruntung pintu berhasil terbuka sedikit, dan ia mendapati sopir berinisial L tersebut berada di dalam ruang kabin dalam kondisi syok berat namun selamat tanpa luka signifikan.

"Alhamdulillah berhasil dievakuasi. Sempat tenggelam di parit situ, saya tadi agak membuka pintu sedikit dan menarik orangnya keluar. Korban tidak ada luka yang parah, cuma syok saja," imbuhnya.

Saat ditanya mengenai keberaniannya bertaruh nyawa menceburkan diri ke parit sedalam empat meter demi menolong orang asing, Cak Gundul mengaku hanya tergerak oleh rasa kemanusiaan dan mengkhawatirkan jika ada penumpang lain di dalam mobil.

"Saya berani nyemplung karena mikirnya mungkin di dalam ada keluarganya, atau ada anak kecil yang ikut. Kan kasihan, kita ini sesama manusia harus saling menolong," pungkas Cak Gundul.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved