PTIK Ungkap Fakta Baru tentang Terorisme dan Pengantin Pengeboman
Fakta Baru tentang terorisme dan pengantin pengeboman yang dilakukan kelompok teroris diungkap oleh PTIK.
Penulis: M Sudarsono | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme (CTRS) STIK-PTIK, mengungkap fakta baru mengenai terorisme yang terjadi di Indonesia.
Hal itu disampaikan saat menggelar studi analisis di wilayah hukum Polres Tuban.
Ketua Tim Studi Terorisme dan Radikalisme PTIK Kombes Jacobus Timisela mengatakan, gaya baru teroris yang sebelumnya mengorbankan pengantin seorang pria, kini mulai mengorbankan pengantin perempuan.
Seperti yang terjadi di kasus pengeboman gereja di Surabaya, dengan melibatkan perempuan dan anaknya.
"Sekarang pengantin atau bomber tidak hanya pria, tapi perempuan juga," ujarnya, Sabtu (13/10/2018).
Dalam diskusi disampaikan, jika kaitan perempuan dalam keluarga sangat erat hubungannya, terlebih kepada anak-anaknya.
Penanaman ideologi sejak dini juga sangat berpengaruh, oleh karenanya itu menjadi perhatian semua pihak untuk sama-sama ikut mengawasi perkembangan lingkungan sekitar.
"Terorisme masalah bersama, doktrin selalu berubah-ubah mengikuti perkembangannya. Seperti sekarang adanya pengantin perempuan," tegas Jacobus. (M Sudarsono)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ptik-gelar-studi-kajian-terorisme-di-tuban_20181013_163109.jpg)