Hari Santri 2018

Atraksi Kebal Para Pendekar Pagar Nusa Meriahkan Hari Santri di Kediri

Atraksi kebal dan berbagai kemampuan diluar nalar lainnya ditunjukkan para Pendekar Pagar Nusa memeriahkan Hari Santri di Kediri.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM/DIDIK MASHUDI
Pendekar Pagar Nusa yang memperagakan atraksi kebal pada upacara Hari Santri di Stadion Canda Bhirawa, Pare, Kabupaten Kediri, Senin (22/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Upacara Hari Santri yang berlangsung di Stadion Canda Bhirawa, Pare, Kabupaten Kediri berlangsung meriah. Kegiatan ini diwarnai atraksi debus atau kekebalan para pendekar putra dan putri Pagar Nusa, Senin (22/10/2018).

Atraksi diawali dengan pendekar remaja putri yang mampu membelokkan besi beton ukuran 12 inci dengan lehernya. Aksi ini dilakukan empat pasang pendekar atau delapan orang.

Besi beton itu saling diletakkan di bagian lehernya masing-masing. Tak lama kemudian kedua pendekar semakin merapat saling berpelukan hingga besi beton yang semula lurus itu juga ikut tertekuk.

Kemudian atraksi dilanjutkan dengan kekebalan anti bacok senjata tajam. Sepuluh pendekar putri dengan bepakaian hitam-hitam meluruskan kedua lengan tangannya ke arah depan.

Selanjutnya seorang pendekar pria sambil membawa golok memperlihatkan ketajaman senjata yang dibawa digunakan merajang buah mentimun. Dalam beberapa kali tebas buah mentimun itu terpotong-potong.

Selanjutnya golok tajam itu digunakan untuk mengiris dan membacok lengan para pendekar putri. Namun meski diiris dan dibacok sampai beberapa kali, lengan para pendekar itu tidak sampai terluka sama sekali.

Aksi kekuatan dan kemampuan tenaga dalam juga ditunjukkan pendekar putri yang mampu menghancurkan tumpukan bata beton dan genting. Hanya dengan sekali pukulan, tumpukan genting dan batu bata beton ini hancur berkeping-keping.

Atraksi selanjutnya dilakukan dengan menghancurkan batako di atas kepala. Dua pendekar di atas kepalanya ditumpuk dua batako. Selanjutnya batako itu dihantam dengan palu martil.

Hantaman keras itu mengakibatkan batako di atas kepala hancur berkeping-keping. Namun kepala sang pendekar tidak cedera sedikitpun. Atraksi kekebalan ini mengundang decak kagum ribuan peserta Upacara Hari Santri di Kabupaten Kediri.

Begitu antusiasnya menyaksikan aksi debus para pendekar, peserta upacara kemudian semakin merangsek semakin mendekat ke lokasi atraksi.

Aksi lainnya yang membuat penonton geleng-geleng kepala pendekar yang mengendarai sepeda motor trail dengan kondisi kepala ditutup kain warna hitam. Namun uniknya sang pendekar dengan leluasa mampu mengendarai motornya berkeliling stadion.

Upacara Hari Santri di Kabupaten Kediri diikuti ribuan peserta dari kalangan pondok pesantren. Lebih dari 30.000 peserta yang ambil bagian mengikuti jalannya upacara yang juga dihadiri Wakil Bupati Kediri H Masykuri bersama pejabat Forkompimda Kabupaten Kediri. (Didik Mashudi)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved