Idul Adha 2026

Transaksi Sapi di Kediri Meningkat Jelang Idul Adha, Pasar Hewan Tertek Diserbu Pedagang Luar Daerah

Aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Tertek Pare Kabupaten Kediri mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Isya Anshori
JUAL BELI - Suasana pasar hewan di Tertek Pare Kediri, Minggu (17/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Tertek Pare meningkat tajam menjelang Idul Adha 2026, dengan lebih dari 300 ekor sapi keluar masuk pasar dan pembeli datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Gresik, Malang, hingga Madiun.
  • Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri melakukan pemeriksaan kesehatan ternak dan memastikan tidak ditemukan gejala penyakit menular seperti PMK maupun LSD pada sapi yang diperdagangkan.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Tertek Pare Kabupaten Kediri mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Ratusan sapi keluar masuk pasar yang menjadi salah satu pusat perdagangan ternak terbesar di wilayah Kediri tersebut.

Tim kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri turun langsung melakukan pemeriksaan dan monitoring di pasar hewan, Minggu (17/5/2026) pagi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak sekaligus mengecek ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Kediri.

Pelaksana Tugas Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih mengatakan monitoring dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang Idul Adha, khususnya untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis.

"Hari ini kami melaksanakan monitoring dan evaluasi menjelang Idul Adha. Kami memastikan hewan-hewan yang masuk pasar benar-benar sehat," jelasnya saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Mitos Idul Adha 2026 Dibongkar Buya Yahya, Kambing Betina Hingga Kurban Sekali Seumur Hidup

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, pihaknya mengaku tidak menemukan sapi yang menunjukkan gejala penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), maupun penyakit hewan menular lainnya.

"Hasil pantauan kami, dari masuk sampai keliling pasar, alhamdulillah tidak menemukan hewan yang menunjukkan gejala sakit, baik PMK, LSD maupun penyakit hewan menular lainnya," jelasnya.

Selain memastikan kesehatan ternak, DKPP juga memantau pergerakan lalu lintas sapi yang disebut mengalami peningkatan tajam dibanding tahun sebelumnya. Hari itu, lebih dari 300 ekor sapi tercatat keluar masuk Pasar Hewan Tertek Pare.

Menurut Tutik, tingginya transaksi dipicu besarnya permintaan hewan kurban dari berbagai daerah. Pedagang dan pembeli datang tidak hanya dari wilayah Kediri, namun juga luar daerah seperti Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Madiun, Malang hingga Batu.

"Permintaan ternak di Kabupaten Kediri tahun 2026 ini luar biasa sekali. Yang masuk banyak, yang keluar juga luar biasa," ungkapnya.

Ia menyebut banyak pedagang datang menggunakan truk dalam kondisi kosong untuk membeli sapi di Kediri, kemudian dibawa kembali ke daerah asal masing-masing.

"Ada yang datang kosongan lalu mengangkut sapi dari sini. Ada juga yang membawa sapi lalu ditawarkan lagi di pasar ini karena pembelinya cukup banyak," tambahnya.

Ramainya transaksi di Pasar Hewan Tertek juga diikuti kenaikan harga sapi. Menurut DKPP, harga sapi menjelang Idul Adha naik sekitar 10 hingga 20 persen dibanding hari biasa.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved