Tekan Angka Penularan HIV/AIDS, Dinkes Jawa Timur Permudah ODHA Dapatkan Obat ARV

Pemprov Jawa Timur terus berusaha menekan angka penularan HIV dengan mempermudah ODHA (orang dengan HIV/AIDS) mendapatkan obat.

THINKSTOCK.COM via Tribun Lampung
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jatim terus berusaha menekan angka penularan HIV dengan mempermudah ODHA (orang dengan HIV/AIDS) untuk mendapatkan obat antiretroviral (ARV).

Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan, untuk mendapatkan ARV saat ini tidak perlu ke rumah sakit, namun cukup di Puskesmas terdekat.

"Tapi memang tidak sembarangan Puskesmas, kita pilih Puskesmas tertentu, dimana di sana banyak penderita HIV dan sudah kita latih untuk menangani ODHA," kata Kohar, Senin (22/10/2018).

Polda Jatim Gelar Olah TKP di Lokasi Kecelakaan Pajero Sport Vs KA yang Tewaskan Satu Keluarga

Pemerintah Berencana Gratiskan Tarif Tol Jembatan Suramadu, Pakde Karwo: Tunggu Tanggal 27 Oktober

Kohar mengatakan, ada 24 Puskesmas di Jatim yang bisa memberikan ARV secara gratis dan mayoritas ada di kota besar seperti Surabaya, Malang dan Jember.

Beberapa Puskesmas lain yang ditunjuk antara lain Puskesmas Maesan Kabupaten Bondowoso, Puskesmas Besuki di Situbondo, Puskesmas Tempeh di Kabupaten Lumajang, Puskesmas Pule Trenggalek, Puskesmas Gemarang Madiun dan di Puskesmas Bubukan Kabupaten Pacitan dan lainnya.

Ketua OJK Apresiasi Buku Ketujuh Karangan Pakde Karwo Berkaca dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi

Anggota Komisi III DPR RI Sebut Ada Maksud Tertentu pada Penembakan Gedung Dewan

"Menggunakan ARV ini akan menurunkan virusnya hingga batas tidak menularnya dan menjadi tertekan pada konsentrasi yang sangat rendah. Kalau tidak minum, kekuatan virusnya bisa naik dan dari semula HIV bisa menjadi AIDS," ucap Kohar.

Untuk jumlah ODHA di Jatim sendiri, mulai tahun 1993 sampai sekarang, Kohar mengatakan ada 43 ribu penderita.

"Tapi sebagian sudah ada yang meninggal, dan ada juga yang sedang kita terapi ARV sekitar 80 persen sudah tercover ARV tapi memang ada yang sudah menggunakan tapi tidak rutin, itu yang kita harapkan bisa menjadi lebih tertib," ucap Kohar.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved