DPRD Jatim Tinjau Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan, Ternyata Berdiri di Atas Sesar Bumi

Komisi D DPRD Jatim meninjau 9 titik longsor di Jalan Ponorogo-Pacitan, Jatim, Kamis (29/4/2026) siang.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
TINJAU - Anggota DPRD Jatim Diana AV Sasa (kacamata hitam), Miseri Effendi (topi putih) dan Atika Banowati (jilbab hitam) saat melakukan tinjauan longsor di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Kamis (23/4/2026). DPRD Jawa Timur mengungkap fakta geologis di balik longsor yang terjadi di jalur Ponorogo–Pacitan. Dari hasil peninjauan, kawasan tersebut disebut berada di daerah sesar dan merupakan bekas gunung purba dengan kondisi tanah yang labil, sehingga rawan longsor berulang di sejumlah titik.  

Ringkasan Berita:
  • DPRD Jatim menemukan jalur Ponorogo–Pacitan berada di kawasan sesar dan tanah labil.
  • Kondisi lereng curam dan vegetasi lemah memperparah risiko longsor.
  • Solusi jangka panjang masih dikaji, termasuk opsi relokasi dan koordinasi lintas sektor.

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Komisi D DPRD Jawa Timur meninjau sembilan titik longsor di jalur nasional Ponorogo–Pacitan pada Kamis (29/4/2026). 

Pantauan Tribunjatim.com, wakil rakyat yang turun ke lokasi meninjau titik longsor di jalur nasional ini adalah Diana AV Sasa, Miseri Effendi dan Atika Banowati. 

Ketiga legislator asal dapil IX ini tak sekedar melakukan peninjauan saja.

Mereka juga menguak fakta yang ada di lapangan, sehingga jalur ini sering terjadi longsor.

Baca juga: Plt Bupati Lisdyarita Tak Kuasa Menahan Tangis saat Ribuan Siswa SD Ponorogo Jadi Tahfidz

Jalur di Atas Sesar Bumi

DPRD Jawa Timur mengungkap fakta geologis di balik longsor yang terjadi di jalur Ponorogo–Pacitan.

Dari hasil peninjauan, kawasan tersebut disebut berada di daerah sesar dan merupakan bekas gunung purba dengan kondisi tanah yang labil, sehingga rawan longsor berulang di sejumlah titik.

“kajiannya ditemukan bahwa di daerah ini itu adalah memang daerah sesar. Kemudian, eh, diperkirakan di sini dulu ada gunung aktif yang Purba gitu, ada gunung purba yang pelapukannya belum sempurna,” ungkap Diana AV Sasa, anggota DPRD Jatim, Kamis (23/4/2026).

Diana menjelaskan bahwa setelah melakukan peninjauan bahwa memang longsor di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan bukan kejadian baru. Merupakan kejadian berulang.

Kondisi Tanah Labil Hingga 30 Meter

“Jalur ini adalah jalur yang sudah cukup sering terjadi longsor dan kalau kita lihat, lerengnya memang cukup curam, kemudian vegetasinya juga tidak cukup kuat untuk menahan tanah dan tembok penahan itu tidak cukup kuat untuk menahan beban-beban lagi,” katanyq,

Artinya, jelas dia, ada masalah yang kompleks di sini. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebenarnya sudah beberapa kali melakukan kajian, meskipun di beberapa titik yang berbeda.

“Tapi kurang lebih saya rasa hampir sama karena jaraknya tidak terlalu jauh ya. Eh, salah satu kajiannya ditemukan bahwa di daerah ini itu adalah memang daerah sesar. Kemudian, eh, diperkirakan di sini dulu ada gunung aktif yang Purba gitu, ada gunung purba yang pelapukannya belum sempurna,” ujarnya.

Dari kajian itu, dia mengaku ada semacam cekungan. Pun cekungan tanah yang dimaksud akan mudah runtuh. 

“Nah, maka sebenarnya sudah ada beberapa solusi yang ingin dilakukan oleh kawan-kawan PU. Itu adalah dengan mengurangi beban, beban tanahnya,” tambahnya.

Namun, dia mengatakan bahwa lahan yang dimaksud adalah milik Perhutani. Pun daerahnya adalah hutan lindung. Artinya ada peraturan yang melindungi hutan lindung untuk melakukan pengambilan beban tanah itu. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved