PT INKA Kenalkan Industri Kereta Api ke Mahasiswa Teknik Sipil ITS Surabaya
Menurutnya, yang harus dikembangkan sekarang adalah menciptakan sendiri kereta api cepat untuk Indonesia, dan tidak melulu mengandalkan impor.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Ani Susanti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perusahaan manufaktur kereta api milik negara, PT Industri Kereta Api (INKA) mengadakan edukasi terkait industri kereta api dalam PT INKA Goes To Campus di Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Direktur Utama PT INKA , Budi Noviantoro menegaskan, selama ini universitas dalam negeri telah ikut membangun industri perkeretaapian Indonesia yang mandiri dan tidak bergantung pada teknologi dari luar negeri.
“Banyak universitas yang ikut serta dalam mendesain perangkat kereta api, salah satunya juga ITS," ujar mantan Plt Direktur Utama PT KAI Tahun 2018 ini di ruang sidang 2 Departemen Teknik Sipil, Selasa (6/11/2018).
Untuk itu, PT INKA terus meningkatkan link and match antara industri dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Khususnya, untuk mengembangkan riset kereta api cepat, dikarenakan gerak teknologi dan modernitas semakin maju.
"PT INKA tidak mungkin membuat semua komponen sendiri, tapi tahun depan kami juga ditarget bisa membuat roda dan as kereta api," ujarnya.
• Selama ini Menumpuk, Limbah Botol Plastik Suroboyo Bus Mulai Dikelola
Menurutnya, yang harus dikembangkan sekarang adalah menciptakan sendiri kereta api cepat untuk Indonesia, dan tidak melulu mengandalkan impor.
Sehingga harapannya, ke depan PT INKA akan berkembang menjadi pusat perkeretapian tak hanya untuk nasional tetapi dunia.
"Anak teknik Sipil, anak Teknik mesin dan anak ITS pada umumnya jika memang tertarik meneliti perkeretaapian bisa ke PT INKA. Pasti akan sangat membantu perkembangan riset kami," tuturnya.
Dekan Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian (FTSLK), IDAA Warmadewanti mengungkapkan, adanya PT INKA Goes To Campus dapat memberikan edukasi lebih luas pada mahasiswanya.
"Para mahasiswa kami sangat penting mempelajari teknologi perkeretaapian yang baru. Semoga juga bisa jadi referensi untuk tugas akhir ataupun disertasi mahasiswa lain," katanya.
• 2 Bulan Dipasang, Proyek Jogging Track di Surabaya Belum Capai Setengah Jalan dari Target
Iapun berharap fakultasnya, khususnya departemen teknik sipil, dapat memperoleh bantuan terkait berbagai pengembangan laporatorium, karena sejak 2014 ITS Surabaya sudah menerapkan lab base education.
"Termasuk penerimaan magang mahasiswa departemen teknik sipil di PT INKA akan menjadi pembelajaran berdasarkan kondisi industri yang sebenarnya," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/direktur-utama-pt-inka-budi-noviantoro-its-surabaya_20181106_135645.jpg)