Pompa Bensin Eceran Ala SPBU Terbakar, Pemilik Terkapar, 50 Persen Tubuhnya Gosong
Meski tak sampai membakar rumah korban, namun Raikan tersambar api yang hampir 50 persen membakar tubub Raikan.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN -Pompa BBM electrik milik Raikan (41) warga Desa Guci RT 03/RW 01, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan Jawa Timur ini terbakar, Selasa (13/11) malam.
Meski tak sampai membakar rumah korban, namun Raikan tersambar api yang hampir 50 persen membakar tubub Raikan.
Hingga berita ini ditulis korban masih dirawat di salah klikin di wilayah Guci Karanggeneng.
Terungkap, peristiwa kebakaran itu terjadi Selasa (13/11) sekitar pukul 18.30 WIB. Berawal saat Raikan pemilik pom mini itu bermaksud mengisi bahan bakar Pertalite sebanyak 60 liter ke tandon pom mini miliknya.
Bahan bakar tersebut ditempatkan di dalam drum dengan cara dipompa dengan menggunakan mesin pompa air yang diletakkan di atas drum berisi bahan bakar yang hendak dipindahkan.
• Datangi Bosnia, Pesawat Soeharto Diincar Sniper, Pengawal Ungkap Cara Sang Presiden Menghadapinya
• Air Terjun Sedudo Jadi Hitam, Kepala BPBD Nganjuk Ungkap Sebabnya: Kemungkinan Masih Terjadi Lagi
Akan tetapi, setelah stop kontak pompa air tersebut dinyalahkan, timbul percikan api dari mesin pompa air tersebut dan menyambar bahan bakar yang ada di dalam drum dan merambat ke mesin pom mini yang berada di dekatnya.
Raikan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya agar tidak menjalar ke mesin pom mininya.
"Saya sudah berusaha memadamkan tapi tidak berhasil," kata Raikan sembari mengerang kesakitan.
Api cepat menyambar ke pom mini dan api juga menyambar korban.
Mendengar teriakan korban, istri korban, Rohani (39) yang ada dalam rumah reflek keluar dan mendapati suaminya dikepung api dan pom mini korban.
Panik, saksi hanya bisa berteriak minta tolong warga sekitar.
Warga membantu memadamkan api dan berhasil, namun luka bakar korban tidak terhindarkan.
Korban dirujuk ke klinik terdekat. Diketahui luka bakar pada korban diantaranya, dua kakinya, kedua tangannya, kepala dan punggung.
Kasubbag Humas Polres Lamongan, Kompol Harmudji saat di konfirmasi, pada Rabu(14/11) mengungkapkan, dugaan penyebab kebakaran itu diduga dari konsleting listrik pada stop kontak hingga menimbulkan percikan api yang menyambar BBM yang akan dimasukkan ke pom mini.
" Korban di bawa ke klinik desa setempat guna mendapatkan perawatan karena mengalami luka bakar," katanya.
Atas kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp. 24 juta. Kebakaran ini tetap menjadi penyelidikan Polsek Karanggeneng.(TribunJatim.com/Hanif Manshuri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/polisi-olah-tkp-di-pom-mini-yang-terbakar-selasa-13112018-malam.jpg)