Jembatan Wonokromo yang Akan Dibangun Pemkot Surabaya Mirip Suramadu, Politisi DPRD Bereaksi Keras

Jembatan Wonokromo yang Akan Dibangun Pemkot Surabaya Mirip Suramadu, Politisi DPRD Langsung Bereaksi Keras.

Jembatan Wonokromo yang Akan Dibangun Pemkot Surabaya Mirip Suramadu, Politisi DPRD Bereaksi Keras
TRIBUNJATIM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Jalan Wonokromo Surabaya yang akan dibngunkan jembatan menghubungkan ke Jalan Gunungsari, Kamis (15/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rencana Pemkot Surabaya yang akan membuat jembatan di Wonokromo tepatnya dari Pulo Wonokromo ke Jalan Gunung Sari mendapat kritikan tajam dari Komisi DPRD Kota Surabaya.

Pasalnya, jembatan yang sudah rampung didesain oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan dianggap terlalu sederhana dan mirip dengan jembatan Suramadu yang menghubungkan Kota Pahlawan dengan Pulau Garam.

Untuk itu, sebelum menggoalkan pengajuan anggaran Rp 65 miliar untuk proyek multiyears jembatan Wonokromo, Komisi C bidang pembangunan itu meminta Pemkot melakukan redesain alias mendesain ulang.

Urai Kemacetan di Wonokromo Surabaya, Jembatan Pulo Wonokromo - Joyoboyo Digelontor Rp 65 Miliar

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Agung Prasoedjo mengatakan, desain jembatan yang dibuat Pemkot Surabaya terlalu sederhana dan terkesan menduplikasi Jembatan Suramadu.

"Desainnya kayak suramadu. Kami menyayangkan, janganlah disamakan spesifik dengan Suramadu. Jembatan Jagir saja yang ada DAM itu lebih bagus kok, makanya kami ingin agar DPUBMP mendesain ulang," kata Agung, Kamis (15/11/2018).

Politisi Partai Golkar ini menyebut desain jembatan diarahkan dewan lebih ikonik dan mencerminkan identitas Kota Pahlawan. Yang nntinya bisa menjadi kebangaaan warga Kota dan menjadi daya tarik masyarakat yang mel]ntas.

Dengan adanya perubahan desain itu, Agung mengatakan memang ada risiko pembengkakan dana penbangunan fisik jembatan.

Komplotan ini Lancar Beraksi Curi Mobil di Jember, Saat Dipakai Malah Mogok di Sekitar Masjid

Namun menurutnya hal tersebut tidak masalah, selama jembatan tersebut bisa menjadi jembatan yang bukan hanya memiliki fungsi transportasi saja, tapi juga estetika.

"Jangan hanya fungsi lalu lintas saja. Harus sekalian saja. Nggak masalah nambah, jita alokasiman sampai Rp 100 miliar," ucap Agung.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri. Politisi PDIP ini mengatakan Pemkot diminta untuk membuat desain baru yang lebih kek]nian dan cantik dan mencerminkan identitas Kota Pahlawan.

Menurutnya ada banyak arsitek maupun ahli teknik sipil di Surabaya yang mampu menjadi ikon Surabaya.

Ribuan Penderita HIV/AIDS di Blitar Tersebar Merata di Semua Kecamatan, yang Mati Tembus 361 Orang

"Memang sebenarnya kita tidak keberatan dengan pembangunan jembatan. Tapu kitaa ingin fungsi jalan untuk mengatasi macet itu juga memiliki nilai kebanggaan yang mungkin jadi jati diri Surabaya," kata Syaifuddin Zuhri.

Pria yang akrab disapa Ipuk itu menyebut dengan jembatan yang ikonik diharapkan bisa menjadi ikon yang bisa diabanggakan anak-anak muda.

Saat ini anggaran untuk jembatan itu masih dibahas di Komisi C DPRD Surabaya. Pembahasan itu masuk dalam pembahasan anggaran multi years APBD 2019-2020. (fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved