Warga Desa Banjarasri dan Kedungbanteng Tolak Keras Pengeboran PT Lapindo di Sidoarjo
Warga Desa Banjarasri dan Desa Kedungbanteng, Sidoarjo, menolak keras pengeboran PT Lapindo Brantas Inc.
Penulis: M Taufik | Editor: Ayu Mufihdah KS
"Setelah tahu bahwa Lapindo berniat melakukan pengeboran lagi alias mengebor sumur baru, semua warga menolak," tegas dia.
• Bos Karaoke Maxi Brillian di Kota Blitar Sebut Tamu yang Digerebek di Room 4 Bawa Wanita dari Luar
Astorif menjelaskan, jarak TA I dengan lokasi rencana pengeboran sumur baru hanya sekitar 100 meter.
Sedangkan sumur lama dengan pemukiman warga sekitar 70 meter.
"Warga masih trauma dengan kejadian semburan lumpur Lapindo. Seharusnya Lapindo bisa meyakinkan bahwa peristiwa itu tidak akan terulang," lanjutnya.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Humas PT Lapindo Brantas, Ikhwan menyampaikan, selama ini memang Lapindo belum melakukan sosialisasi terkait rencana pengeboran sumur baru.
• Fasilitas Penerbangan Internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi Maskapai Citilink Terus Dikebut
"Pertemuan yang digelar itu merupakan pra sosialisasi. Lapindo memang belum melakukan sosialisasi ke warga," ungkap Ikhwan.
Menurut dia, aksi yang dilakukan oleh warga itu sebagai bentuk antisipasi tentang rencana kegiatan Lapindo Brantas di sana.
Disebutnya, itu hanya cari perhatian publik, agar kegiatan Lapindo digagalkan.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, pemerintah baru saja memperpanjang kontrak PT Lapindo Brantas untuk mengelola blok Brantas selama 20 tahun terhitung sejak tahun 2020.
Artinya Lapindo bakal terus melakukan eksplorasi di Sidoarjo sampai tahun 2040 mendatang.
• Daftar Alamat Kantor Kecamatan se-Surabaya, Urus Administrasi Kependudukan Jadi Makin Mudah