Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Info BMKG

3 Tanda Penting Datangnya Bencana Angin Puting Beliung, BMKG: Waspada saat Udara Malam Terasa Gerah

Angin puting beliung bukan datang tanpa peringatan. Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengungkapkan 3 tanda penting datangnya angin puting beliung

Editor: Adi Sasono
Tribun Jogja
Puting beliung yang terekam di beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta 

TRIBUNJATIM.COM  –  Di Jawa Timur beberapa kali terjadi bencana angin puting beliung yang mengakibatkan kerugian harta benda. 

Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, angin puting beliung merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi.

Angin puting beliung muncul terutama ketika terjadi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang berdurasi singkat.

Fakta-fakta Angin Puting Beliung di Bogor, Rumah Warga Rusak hingga Tewaskan Pengendara Mobil

Ratusan Rumah Warga Dua Kecamatan di Gresik Porak Poranda Diterjang Angin Puting Beliung

Sebanyak 465 Rumah Warga di Tulangan Sidoarjo Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Ia menambahkan, fenomena puting beliung lebih banyak terjadi pada masa transisi, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

"Dan juga saat musim hujan ketika kondisi cuaca pagi hari cerah dan terik," kata Hary dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (6/12/2018).

Puting beliung datang bukan tanpa peringatan. Hary mengungkapkan ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kemungkinan puting beliung akan hadir di suatu wilayah.

Berikut ini tanda-tanda datangnya serangan puting beliung: 

1.  Udara gerah

"Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb atau lebih dari 60 persen," jelasnya dalam pesan singkat, Kamis (07/11/2018).

2. Awan cumulus dan cumulonimbus (CB)

Mulai pukul 10.00 pagi akan terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis–lapis) dan di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu–abu menjulang tinggi layaknya bunga kol.

Awan Cumulus dengan tepian berwarna abu-abu itu kemudian akan berubah warna dengan cepat menjadi abu–abu atau hitam yang dikenal dengan awan CB (Cumulonimbus).

3. Pohon bergoyang cepat

Kemudian tanda yang muncul di sekitar kita adalah pepohonan mulai bergoyang cepat. Ini akibat dorongan angin dan udara yang terasa dingin dan disusul hujan.

"(Angin puting beliung terjadi bila) hujan pertama yang turun adalah hujan deras yang muncul tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita," kata dia.

"Jika satu sampai tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim pancaroba atau penghujan, maka ada potensi hujan yang pertama kali turun akan lebat dan diikuti angin kencang, baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak," sambungnya.

Meski demikian, Hary menegaskan puting beliung sulit diprediksi secara spesifik dan hanya bisa diprediksi setengah sampai satu jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda-tandanya dengan tingkat keakuratan 50 persen.

Foto Dul Jaelani Dapat Komentar Romantis dari Mayangsari, Maia Estianty Langsung Berikan Balasan

Kisah Kiki Maria Putri Suzanna, Suami Ditembak Ayah Tiri Clift Sangra hingga Tak Dapat Warisan

5 Fakta Adiba Khanza, Anak Pesantren Putri Ustaz Jefri Al Buchori dan Dekat dengan Egy Maulana Vikri

Berikut ini sifat angin puting beliung

1. Luas putarannya 5 km - 10 km

Sifat angin puting beliung Hary menuturkan, puting beliung adalah angin lokal yang muncul hanya di satu titik lokasi dengan luas perputarannya berkisar antara lima sampai sepuluh kilometer.

2. Berlangsung singkat, sekitar 10 menit

Kemunculan angin puting beliung berlangsung singkat, hanya sekitar 10 menit dan lebih sering terjadi pada musim pancaroba.

Angin ini pun cukup berbahaya karena kecepatanya bisa mencapai 45 kilometer per jam dan dapat membahayakan, terutama karena angin dapat menerbangkan benda-benda besar di sekitarnya.

Hal ini seperti yang menimpa salah seorang warga Perumahan Bogor Nirwana. Ia meninggal akibat mobilnya tertimpa pohon yang tumbang akibat puting beliung.

Papan reklame di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas, Gresik, ambrol ke jalan raya usai diterjang angin puting beliung, Senin (19/11/2018).
Papan reklame di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas, Gresik, ambrol ke jalan raya usai diterjang angin puting beliung, Senin (19/11/2018). (SURYA/SUGIYONO)

3. Terjadi siang atau sore hari

"Selain itu, fenomena puting beliung lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari," ujar Hary.

Warga Kedungpring Lamongan bersihkan puing bangunan diterjang puting beliung.
Warga Kedungpring Lamongan bersihkan puing bangunan diterjang puting beliung. (TRIBUNJATIM/HANIF MANSHURI)

4. Kecepatan mencapai 45 km/jam

Angin ini pun cukup berbahaya karena kecepatanya bisa mencapai 45 kilometer per jam dan dapat membahayakan, terutama karena angin dapat menerbangkan benda-benda besar di sekitarnya.

Hal ini seperti yang menimpa salah seorang warga Perumahan Bogor Nirwana. Ia meninggal akibat mobilnya tertimpa pohon yang tumbang akibat puting beliung.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Waspada Puting Beliung di Musim Pancaroba, Kenali Tanda dan Sifatnya

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved