Pengembang Amega Development di Surabaya Agresif Tingkatkan Progres Pembangunan Sebelum Ganti Tahun
Jelang pergantian tahun, pengembang agresif melakukan penjualan dengan harga lama.Langkah ini untuk menarik konsumen sebelum menjual dengan harga baru
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang pergantian tahun, pengembang terus agresif melakukan penjualan dengan harga lama.
Langkah ini untuk menarik konsumen sebelum menjual dengan harga baru di tahun depan.
"Tren ganti tahun dan ganti harga properti selalu ada. Karena itu jelang akhir tahun seperti ini, kami agresif menawarkan produk dengan harga lama ditambah dengan promo kemudahan membeli," jelas Hadi Wijaya, Direktur Utama Amega Development, perusahaan pengembang apartemen low rise di kawasan Gunung Anyar Tambak, Surabaya Timur, Kamis (13/12/2018).
Sedangkan untuk produk, Hadi mengaku pihaknya masih ada sekitar 30 persen dari 1.136 unit apartemen yang terbagi menjadi dua tower.
• Ekonomi Lesu, Investasi Properti di Surabaya Masih Bergairah
Harga saat ini ditawarkan mulai Rp 267 juta per unit.
"Launching produk sudah kami lakukan sejak tahun 2016 lalu, dan saat ini sudah 70 persen laku. Sisa 30 persen kami siapkan untuk penjualan di akhir tahun ini semoga bisa sold out," ungkap Hadi.
Apalagi pada Rabu (12/12/2018), apartemen dengan nama Amega Crown Residence ini juga telah melakukan proses topping off (penutupan atap) tower A dan B.
Kemudian melaunching lobi apartemen yang sudah siap menerima para konsumen maupun calon konsumen.
Setelah topping off, progres pembangunan dilanjutkan dengan pemasangan fasad dan finishing gedung yang diharapkan semester I sudah selesai.
Selanjutnya akan dimulai proses serah terima untuk konsumen mulai Desember 2019.
• Pembangunan Properti Masif, Penyaluran Kredit Bank BCA Kanwil Surabaya Lampaui Target
Target tersebut lebih awal dibanding rencana sebelumnya.
"Kami memang ingin memberikan nilai lebih pada produk kami kepada konsumen. Kenaikan harga sudah pasti. Saat launching pertama tahun 2016, harga yang kami buka di Rp 190 an. Tahun depan, di triwulan I harga bisa jadi naik Rp 300 jutaan," tambah Hadi.
Herry Nugroho, principal Galaxy Sumatera, sebagai mengakui bila saat ini pasar properti terutama hunian masih sangat tumbuh.
"Permintaan hunian selalu ada. Termasuk apartemen. Orang tetap butuh tempat tinggal. Lokasi proyek ini dengan harga jual dibawah Rp 300 jutaan saat ini ditambah dengan fasilitas lifestyle yang tidak kalah dengan apartemen high rise, menjadi nilai lebih," kata Herry, yang digandeng Amega sebagai agen pemasar produk.
Dari 70 persen yang sudah lagi, sekitar 50 persen adalah end user, sisanya 50 persen adalah investor.
Selain hunian, fasilitas di apartemen low rise ini akan mulai disiapkan lebih awal.
Terutama area komersial yang berada di sekitar lobi apartemen.
"Apalagi daerah ini dekat dengan bandara, terminal dan akan ada akses jalan MERR yang oleh Pemkot Surabaya ditarget Desember 2018 ini operasional, tentu akan sangat menarik bagi konsumen," tandas Herry
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/topping-off.jpg)