Budayawan dan Pengamat Permainan Tradisional Madura: Dakon Harus Tetap Dilestarikan di Pamekasan
"Permainan tradisional seperti dakon, tidak hanya sebagai sarana bermain semata," kata Budayawan dan Pengamat Permainan Tradisional Madura, Herdie.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ani Susanti
TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Permainan tradisional harus dilestarikan dan patut diteruskan kepada generasi muda untuk menjaga eksistensi di tengah gempuran permainan modern saat ini.
Cara untuk mempertahankannya yaitu mengadakan festival permainan tradisional.
Melalui kegiatan itu diharapkan generasi muda dapat menghayati dan memahami kompleks nilai di dalamya.
Budayawan dan Pengamat Permainan Tradisional Madura, Herdie mengungkapkan, pewarisan permainan tradisional Madura khususnya di Kabupaten Pamekasan, bisa dilakukan melalui pendidikan formal maupun nonformal, misalnya membentuk komunitas peduli permainan tradisional.
"Permainan tradisional seperti dakon, tidak hanya sebagai sarana bermain semata. Permainan tradisional tersebut diciptakan karena mengejawantahkan nilai filosifi dan keindahan fungsional yang sangat kompleks," ucapnya, Kamis (13/12/2018).
"Kompleksitas tersebut berkaitan dengan pandangan, perilaku, dan aktivitas hidup masyarakat penggunanya," imbuhnya.
• Musim Hujan, Peternak di Pamekasan Diimbau Waspadai Penyakit Menular Pada Hewan
Hal lain juga disampaikan oleh seorang guru TK di Pamekasan,Dewi Agus Muliyadi.
Dalam permainan dakon, jelasnya, yang dibuat dari batu berkaitan dengan upacara ritual didalamnya mengandung nilai rohani, makna sosial, dan ungkapan estetika masyarakat.
"Permainan dakon itu, kata buyut saya, merupakan gambaran perilaku petani sejak mereka melakukan kegiatan menanam benih di sawah hingga memanen dan menyimpan hasilnya dalam lumbung penyimpanan," ucapnya.
• Jelang Penutupan Pemutihan, Wajib Pajak Penuhi Samsat Pamekasan Madura
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/permainan-tradisional-dakon.jpg)