Bupati Dadang Wigiarto Launching Situbondo sebagai Kabupaten Inklusi
Launching kabupaten inklusi dan Hari Disabilitas Internasional Kabupaten Situbondo diawali dengan kegiatan jalan santai.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten Situbondo siap menjadi kabupaten inklusi.
Kesiapan tersebut dibuktikan dengan dilaunchingnya kabupaten inklusi oleh Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, Minggu (16/12/2018).
Launching kabupaten inklusi dan Hari Disabilitas Internasional Kabupaten Situbondo diawali dengan kegiatan jalan santai yang diikuti berbagai elemen masyarakat Situbondo.
• Rumah Warga Dusun Padegan Situbondo Diobok-obok Maling, Pelaku Gondol Perhiasan Emas hingga Motor
• Yein Lovelyz Ungkap Alasan Pilih Eunkwang BTOB Jadi Pasangan Pernikahan Virtualnya
"Seharusnya kita dilibatkan, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga evaluasi dan pengawasan," kata Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Situbondo, Luluk Ariantiny, Minggu (16/12/2018).
Menurut Luluk Ariantiny, sejauh ini jumlah difabel belum diketahui, namun dari lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Situbondo, ada sebanyak 425 orang difabel.
"Sekarang ini kita sudah bekerja sama dengan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) yang memiliki AKP, bagaimana teman disabilitas masuk AKP," ujar Luluk Ariantiny kepada Surya (TribunJatim.com Network).
• Peringati Hari Anti Korupsi, Aktivis PMII Pertanyakan Kasus UP DPRD Situbondo
• Faida Berharap Majelis Hakim Mediasi Kabulkan Permohonan Pemkab Jember Terkait Blok Silo
Lima desa di dua kecamatan yang menjadi samplingnya, kata Luluk Ariantiny, adalah Desa Olean, Kotakan, Kecamatan Situbondo dan Desa Balung, Klatalan, Kendit, Kecamatan Kendit.
Luluk Ariantiny berharap ke depannya Situbondo benar-benar memberikan perhatian kepada disabilitas terkait yang berbasis hak.
"Kalau dulu kita didasar belas kasihan, akan tetapi sekarang benar-benar kita diberi yang berbasis hak kita sebagai manusia," kata Luluk Ariantiny.
• Kopi Bedhag Jember Siap Tambah Kapasitas Produksi Setelah Pegang Sertifikat Halal dari MUI
• Warga Banyuwangi Napak Tilas Peristiwa Puputan Bayu untuk Refleksi Sejarah Berdirinya Banyuwangi
Selain itu, lanjutnya, dirinya menginginkan Situbondo memberikan kesempatan yang sama dan tidak hanya memberikan layanan infrastruktur, kesehatan dan Dispendukcapil, namun layanan bagaimana kaum disabilitas mendapatkan pekerjaan yang layak sama dengan lainnya.
Project Manager Program Peduli Pusat Rehabilitasi Yakkum, Ranei Ayu Hapsuri mengatakan, kegiatan ini tidak hanya dipusatkan di Hari Disabilitas Internasional saja, akan tetapi momen ini menjadi momen launching kabupaten inklusi, karena di dalam program peduli yang didukung Asia Foundation dan pemerintah Australia mendukung 10 kabupaten dan kota di Indonesia untuk menciptakan ruang yang lebih inklusif, terutama untuk penyandang disabilitas.
• Diikuti 1500 Peserta, Gelaran Ultra Run Nasional di Situbondo Berlangsung Meriah
• Tiket Konser Solo Pertama dan Terakhir Changsub BTOB sebelum Wamil Terjual Habis dalam Waktu 3 Menit
"Salah satu dari 10 kabupaten dan kota itu adalah Kabupaten Situbondo yang sudah satu tahun berproses. Baik itu dari teman disabilitas dan pemerintah yang mengupayakan strategis-strategis teman difabel itu dapat diterima," jelas Ranei kepada sejumlah wartawan di sela acara Hari Disabilitas Internasional dan launching kabupaten inklusi di Situbondo.
Hal ini, kata Ranei, untuk menepis bahwa disabilitas tidak memiliki keahlian apa-apa dan usaha itu didukung dengan baik oleh semua unsur yang ada di Kabupaten Situbondo.
"Selama satu tahun ini saya sudah merasakan perubahan yang cukup signifikan, dimana semua akses layanan fasilitas publik sudah dirubah menjadi fasilitas yang akselebel," pungkasnya. (Izi Hartono)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bupati-situbondo-dadang-wigiarto-bersama-yoyok-mulyadi-melaunching-kabupaten-inklusi.jpg)