BPJS Kesehatan Buka Layanan di Kelurahan Kabupaten Sidoarjo
BPJS Kesehatan bakal membuka layanan di semua kantor kelurahan dan desa di Kabupaten Sidoarjo. Yakni layanan pendaftaran dan pembayaran.
Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - BPJS Kesehatan bakal membuka layanan di semua kantor kelurahan dan desa di Kabupaten Sidoarjo. Yakni layanan pendaftaran dan pembayaran.
Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Sri Mugirahyu, program itu bakal start pada tahun 2019 mendatang.
"Rencana ini sudah kami bicarakan dengan Pemkab Sidoarjo. Sudah setuju, dan tinggal dilakukan penandatanganan MoU atau perjanjian kerjasamanya saja," kata Sri Mugirahyu, Rabu (19/12/2018).
Pihaknya berharap, mulai Januari 2019 layanan di BPJS Kesehatan di kantor kelurahan dan kantor desa sudah bisa terlaksana. Agar lebih mudah dan jangkauan layanan bisa semakin luas.
Dijelaskan, pada layanan ini yang mengakses adalah petugas kelurahan atau desa. Sistemnya secara online, terkoneksi langsung secara nasional.
"Program itu juga bertujuan untuk menjangkau lebih banyak peserta BPJS Kesehatan," tandasnya kepada TribunJatim.com.
• 4 Pernikahan yang Paling Menyita Perhatian Publik di Tahun 2018, Termasuk Crazy Rich Surabayan
• Anggota DPRD Jatim Tolak Gunakan APBD untuk Pemulihan Jalan Gubeng Surabaya yang Ambles
• Divonis 3 Tahun Terkait Kasus Saham PT GBP, Henry J Gunawan Siap Ajukan Banding
Ya, sekarang ini jumlah peserta BPJS Kesehatan di Sidoarjo berada di angka 82,94 persen. Itu dari jumlah penduduk sebanyak 1.549.977 jiwa, sebagaimana data dari Kemendagri.
Yang belum terjangkau berada di angka 318.000 jiwa. Data ini, disebutnya hanya warga yang sudah mengantongi e-KTP. "Dengan adanya layanan di kelurahan, harapannya pada 2018 bisa sampai 95 persen," lanjut Sri kepada TribunJatim.com.
Update data penduduk terbaru bakal didapat lagi pada Maret 2019 mendatang. Nantinya, data itu by name by adress, sehingga akan lebih mudah menjangkaunya. Apalagi sudah kerjasama dengan semua desa dan kelurahan.
Tentang kepatuhan, disampaikan Sri, bahwa Sidoarjo menjadi yang nomer satu di Jawa Timur. Ini berkat upaya keras dan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pihak kejaksaan.
Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula bahwa dari 23 rumah sakit di Sidoarjo, hanya enam rumah sakit yang belum bekerjasama dengan BPJS. Harapannya, tahun depan sudah semua bisa bergabung.
Enam rumah sakit itu antara lain : RS Delta Surya, Prima Husada, Arofah, RS Surya, Kirana, dan RS Sakina.
"Semua sudah mengajukan, tapi masih proses," tukasnya.(ufi/TribunJatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bpjs-kesehatan_20170409_184855.jpg)