PPP Muktamar Surabaya: Kami Terbuka Untuk Islah, Asal Tak Minta Jabatan

Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Surabaya membantah menolak upaya islah dari kubu PPP versi Muktamar Jakarta.

PPP Muktamar Surabaya: Kami Terbuka Untuk Islah, Asal Tak Minta Jabatan
TRIBUNJATIM.COM/MUCHSIN RASJID
Ketua Umum DPP PPP, HM Romahurmuziy, mengenakan baju putih kombinasi hijau, sebelum memberikan pembekalan kepada seluruh Caleg PPP Madura, di Pamekasan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Surabaya membantah menolak upaya islah dari kubu PPP versi Muktamar Jakarta.

Menurut Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jatim versi Muktamar Surabaya, Norman Zein Nahdi, pihaknya tetap membuka pintu untuk menyatakan islah.

Meskipun pada dasarnya, keputusan Islah itu dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang diketuai M Romahurmuziy (Romy).

”Keputusan Islah itu ada di tangan DPP. Kami struktur di daerah hanya kepanjangan tangan dari DPP,” kata Norman kepada Surya.co.id atau Kepada TribunJatim.com di Surabaya, Minggu (23/12/2018).

Menurut Norman, sejak lama Romy telah mengajak para seterunya untuk melakukan Islah. Hasilnya, beberapa di antaranya telah bergabung dengan struktur di bawah kepemimpinan Romy. Termasuk, mantan Ketua DPW PPP Jatim versi Muktamar Jakarta, KH Masykur Hasyim.

”Dari dulu, Gus Romy sudah berusaha nmengajak Islah. Buktinya, Pak Masykur bisa bersama kami,” kata Norman Kepada TribunJatim.com.

Norman mengungkapkan, masih belum tercapainya upaya islah tersebut disebabkan masih adanya permintaan jabatan tertentu oleh kubu Muktamar Jakarta yang saat ini diketuai Humphrey Djemat. Hal inilah yang kemudian belum dapat diakomodir oleh kubu Romy.

”Info dari DPP, mereka sebenarnya sudah diajak islah, namun seharusnya tidak minta jabatan macam-macam,” kata Norman Kepada TribunJatim.com.

Ia menjelaskan bahwa pengubahan struktur partai tak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Sebab, hal ini akan berpengaruh terhadap struktur di bawahnya yang menjangkau wilayah se-Indonesia.

”Gus Romi buka pintu, namun seharusnya mereka tidak minta jabatan. Sebab, kalau kemudian bergabung, akan merombak SK (kepengurusan) dari atas sampai bawah,” imbuhnya.

Anji Manji Merinding Dengar Lagu Seventeen Kemarin, Tak Disangka Gambarkan Keadaan Vokalisnya Kini

Perbaikan Jalan Gubeng Surabaya Ambles Sudah Memasuki Tahap Pemadatan Tanah

Sutopo Purwo Bagikan Kondisi Terkini Tanjung Lesung Pasca Tsunami Banten, Semua Rata Tanah

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved