Milad Ke 44, SMAMDA Surabaya Undang 2 Ustad Muda, Heboh Soal Nikah Muda dan Hukum Pacaran
Tawa siswa - siswi SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya di lapangan belakang sekolah mereka menggema, kala seorang siswa bertanya soal nikah muda.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tawa siswa - siswi SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya di lapangan belakang sekolah mereka menggema, kala seorang siswa bertanya soal nikah muda.
Pertanyaan itu dilontarkan Rayhan Febrianto G, siswa Kelas 12 MIPA, kepada Ustad muda Zamzam Zainal Muttaqin yang jadi tamu perayaan Milad SMAMDA ke-44 tahun.
"Ustad, bagaimana cara meyakinkan orangtua bahwa nikah muda, tidak seburuk yang mereka pikirkan?" tanya Rayhan kepada Ustad Zamzam yang sempat viral di media sosial, karena menikah di usia 20 tahun, bersama Kayla Nadira berusia 17 tahun, Jumat (11/1/2019).
Usai sorak ramai para siswa, pertanyaan tersebut akhirnya mendapatkan jawaban. Ustad yang hafidz Al Quran di usia muda itu pun menceritakan latar belakangnya sehingga mendapat izin nikah muda dari orangtua dan keluarga.
"Sebenarnya di keluarga saya, nikah muda bukan hal baru. Karena sebagian besar keluarga kami menikah di usia muda. Paling tua itu menikah di usia 23 tahun, makanya saya tidak susah mendapat izin orangtua dan keluarga," cerita Ustad Zamzam kepada Tribunjatim.com.
• Esye Store Pakuwon Trade Center Surabaya Reopening Store Serta Launching Busana CNY
• Raffi Ahmad Traktir Farewell Dinner Para Artis di Jepang Sampai Rp 40 Juta, Nagita Slavina: Murah
• Daftar 6 Artis yang Dipanggil Polda Jatim Terkait Kasus Prostitusi, Ada 2 Finalis Puteri Indonesia
Pria kelahiran Garut ini mengatakan syarat yang orangtua ajukan saat ingin nikah muda adalah sholat istiqoroh.
"Waktu itu umi saya kaget, tapi beliau meminta saya istiqoroh. Karena hasilnya baik jadilah saya menikah di usia 20 tahun. Lalu bagaimana dengan keluarga yang tidak biasa dengan hal tersebut? Ya yakinkan orangtua. Selama itu tidak menghalangi kita mencari ilmu," jawab Ustad Zamzam.
Selain itu, alasan menikah muda menurut Ustad Zamzam adalah untuk menghindari berbuat dosa dan zina.
"Boleh pacaran, siapa yang bilang tidak boleh. Tapi kalau sudah halal. Kalau belum bisa halal, jadi Ijo Mapan dulu, Ikatan Jomblo Menjemput Masa Depan," tegasnya disambut tepuk tangan audien.
Acara bertajuk Behind The True Muslim atau Rahasia Muslik Sejati itu berlangsung mulai pukul 13.00 WIB usai shalat Jumat.
Selain Ustad Zamzam, pengajian juga diisi oleh Ustad Syamsudin Nur yang kerap terlihat di layar kaca bersama ustadzah Oki Setiana Dewi.
Tanamkan Nilai Spiritual
Kehadiran dua ustad muda yang sempat viral di media sosial ini terang Astajab, Kepala Sekolah SMAMDA adalah bagian dari upaya memasukkan nilai-nilai agama kepada para siswa.
Pemilihan ustad muda, tak lain karena alasan perbedaan usia yang tidak terlalu jauh dengan siswa SMA. Sehingga pemilihan bahasa dan pengalaman juga tak jauh berbeda.
"kami mengetahui bahasa ustad muda sangat mengena, karena bahasanya sama dengan anak-anak SMA. Kita mengundang dua ustad skala nasional, dengan harapan kegiatan ini bisa memberikan pencerahan kepada anak-anak dan masyarakat sekitar. Membentuj generasi berkarakter dalam menghadapi revolusi 4.0, sekaligus mempererat silaturahmi," terangnya.
Astajab yakin, kehadiran ustad muda ini lebih membuat anak-anak nyaman bertanya soal persoalan yang mereka alamomi di usia remaja. Entah itu terkait pacaran, ketertarikan dengan lawan jenis, atau pertanyaan lain yang bergubungan dengan menjaga sopan santun kepada orang-orang yang lebih tua.
Feby Felicia, siswi kelas 12 Bahasa mengatakan cukup antusias mengikuti acara Milad kali ini. Menurutnya apa yang disampaikan oleh ustad Zamzam dan Ustad Syamsudin Nur mewakili kondisi remaja saat ini.
"Jadi seru dan nggak bosan, tadi sempat bahas soal nikah muda juga. Meski aku tidak berpikir ke sana, tapi memang ada beberapa pertanyaan di hati sih, harus nggak sih nikah muda untuk menghindari zina? Ternyata jawabannya ya tergantung kita, pintar-pintarnya sabar dan menjaga hawa nafsu, apalagi pacaran," katanya.
Selain ceramah agama dan tanya jawan, ribuan audien juga menikmati peringatan Milad ini dengan membeli barang dan makanan di bazar yang tersedia di dekat acara. Bazar oleh masyarakat sekitar ini adalah bagian dari upaya SMAMDA menjalin silaturahmi.
"Kami juga mengundang orangtua murid, serta membuka acara untuk umum. Jadi sekaligus silaturahmi," tutup Astajab. Pipit Maulidiya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-ustad-zamzam-di-sma-muhammdyah-2-surabaya.jpg)