Rumah Politik Jatim
PBB Beda Dukungan di Pilpres, Pengamat : Inkonsistensi Dari Masyarakat Harus Diperhitungkan
Perbedaan dukungan di Pilpres 2019 pada tubuh Partai Bulan Bintang (PBB) tentu saja menimbulkan efek blunder, seperti terlihat kurang meyakinkan di ma
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perbedaan dukungan di Pilpres 2019 pada tubuh Partai Bulan Bintang (PBB) tentu saja menimbulkan efek blunder, seperti terlihat kurang meyakinkan di mata masyarakat pemilih.
Seperti yang diketahui, PBB meskipun belum resmi mengumumkan arah dukungan mereka ke salah satu kubu di Pilpres 2019, namun ketua Dewan Syuro PBB MS Kaban mengungkapkan bahwa PBB mendukung Prabowo - Sandi.
Namun di sisi lain, Caleg Surabaya, Sidoarjo dan Jawa Timur dari PBB, mendeklarasikan diri untuk mendukung Jokowi- KH Ma'ruf Amin, karena alasan elektabilitas para Caleg agar dapat meraih target 10 persen di Pileg 2019.
Melihat hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Brawijaya Malang Wawan Sobari menjelaskan, efek blunder tersebut sebetulnya juga harus menjadi pertimbangan tersendiri untuk para Caleg.
• Caleg Partai Bulan Bintang Surabaya, Sidoarjo dan Jatim Deklarasikan Diri Dukung Jokowi-Maruf Amin
• Begini Alur Transaksi Mucikari ES Terkait Prostitusi Artis
• Ikan Caroang Bunuh Nelayan Pangandaran, Tak Beracun, Namun Hal Ini yang Membuatnya Berbahaya
Namun, para caleg PBB terlihat oportunis ketika memilih dukungan ke Jokowi - KH Ma'ruf Amin.
"Tapi ada efek blunder, blundernya di mata masyarakat tampak inkonsisten padahal DPP nya mendukung Prabowo - Sandi , tapi yang ada di bawah ke Jokowi, itu kan kelihatan oportunisnya," ujar Wawan kepada TribunJatim.com, Sabtu (12/1/2019).
Meskipun tidak banyak, lanjut Wawan, efek inkonsisten yang bisa timbul dari masyarakat, juga patut untuk diwaspadai.
"Tidak mudah itu, apalagi warga kita melihat, meskipun tidak banyak, tapi tetap itu jadi perhitungan warga," pungkasnya.