Panen Padi Petani di Mojokerto Turun Gara-gara Serangan Burung Pipit Setiap Hari
Petani padi di Desa Kepuhanyar, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dibuat pusing dengan serangan burung pipit.
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Petani padi di Desa Kepuhanyar, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dibuat pusing dengan serangan burung pipit.
Akibat serangan burung pipit sejumlah petani mengalami kerugian karena hasil panen padi menurun.
Seorang petani bernama Supriyadi (48) mengatakan, serangan burung pipit merebak sejak sebulan terakhir.
Serangan burung pipit dirasakannya hampir setiap hari.
• Dendi Santoso dan Pavel Smolyachenko, Dua Pemain Arema FC Yang Absen Saat Lawan Timnas U-22
• Kalah dari Bima Perkasa dengan Skor 78-71, Pelatih Prawira Bandung Ungkap Anak Asuhnya Tidak Tenang
• Vivo V15 Pro Bakal Usung Kamera Selfie 32 MP, Intip Spesifkasi Lainnya yang Terlihat
"Setiap hari saya menjaga sawah bergantian bersama istri. Saya cukup kuwalahan, karena beberapa menit di usir, burung pipit bakal kembali lagi untuk mengganggu," katanya, Sabtu (9/2/2019).
Tak ada alat khusus untuk mengusir burung pipit, Supriyadi mengunakan alat sederhana seperti jaring serta orang-orangan sawah.
"Serangan burung pipit berbeda dengan serangan hama wereng dan tikus. Jika diserang hama wereng maupun tikus saya tinggal semprotkan obat hama. Sedangkan burung pipit tidak bisa," terangnya sembari mengecek jaring-jaring perangkap burung pipit.
Selain menyebar jaring perangkap, dirinya dan para petani Desa Kepuhanyar punya cara lain untuk mengantisipasi penurunan hasil panen.
• Lirik Lagu Selamat Jalan Jupe dari Djalal Tukang Pijat yang Kontroversial dan Tuai Hujatan
• Laga Lawan Persinga Ditunda Keempat Kali, Djadjang Nurdjaman: Kami Tunggu Komando Manajemen Saja
• Akibat Demam, Gelandang Arema FC Pavel Smolyachenko Dipastikan Absen Saat Laga Lawan Timnas U-22
Dia bersama para petani menggunakan cara menanam padi serentak.
"Jika ditanam serentak fokus burung pipit akan terpecah. Sehingga burung pipit tak menyerang di satu lokasi saja," ucapnya.
Sementara itu, penurunan hasil panen yang diderita Supriyadi sekitar 500 kg.
Sebelumnya dari satu hektar sawah yang dia kelola, Supriyadi bisa mendapatkan 8 ton padi, kini hanya 7,5 ton.
"Saya mengalami kerugian sekitar 500 kg padi," terangnya.
• Prilly Latuconsina Pakai Hijab Saat Hadiri Kajian, Penampilannya Syari dengan Nuansa Pastel
• Mau Transaksi Sabu di Depan Toko Sembako Mojokerto, Siswi SMK Tomboy Ini Keburu Diringkus Polisi
• Pir Roda Truk Trailer Patah di Jl Tambak Osowilangun, Buat Kemacetan Arus Kendaraan Hingga 700 Meter
Hal senada dikatakan petani lain bernama Munaroh (50), akibat serangan burung pipit jumpah panen padi menurun.
Selain itu, pengeluaran Munaroh juga membengkak.
"Saya harus membeli jaring-jaring perangkap burung pipit. Selain itu, juga harus membayar tukang yang memasang jaring. Pengeluarannya sekitat Rp 2.000.000," pungkasnya. (Surya/Danendra Kusuma)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/panen-padi-turun.jpg)