Japan Culture Daisuki: Jepang dan Indonesia Sama-sama Kreatif dan Santun

Pangsa pasar Japan Culture Daisuki masih berada di Malang dan Surabaya, namun Anargela mengatakan tak menutup kemungkinan menggelar event di kota lain

Tayang:
Penulis: Anugrah Fitra Nurani | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/ANUGRAH FITRA NURANI
Stan AMD ajak pengunjung main fruit ninja via Virtual Reality di acara Daisuki Japan Fest 2019 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang pada Minggu (3/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anugrah Fitra Nurani

TRIBUNJATIM.COM - Pada tahun 2012, Japan Culture Daisuki terbentuk sebagai sebuah komunitas event organizer.

Sejak tahun itu hingga tahun 2019, kelompok tersebut sudah menggelar 9 kali acara Daisuki Japan Fest, dan puluhan event lain.

Tiap tahunnya, acara mereka sukses mengumpulkan ribuan orang penggemar budaya pop Jepang, khususnya di wilayah Malang dan Jawa Timur.

Daisuki Japan Fest 2019 Siapkan Panggung Cosplay untuk yang Ingin ke World Cosplay Summit Jepang

Anak muda tak hanya datang untuk bersenang-senang dan bersosialisasi, namun mereka juga pamer kemampuan di bidang hobi dan industri kreatif.

Sebut saja aksesori, work art, fesyen, kuliner, action figure, musik, dance, komik dan masih banyak lagi.

"Yang jelas, kami ajak temen-temen penggemar jejepangan agar tidak sibuk sendiri, ayo kenalan dengan banyak orang," ucap Person in Charge Daisuki Japan Fest 2019, Anargela, Minggu (3/3/2019).

Daisuki Japan Fest Kembali Hadir Manjakan Penggemar Budaya Pop Jepang di Dome UMM

Pangsa pasar Japan Culture Daisuki masih berada di kawasan Malang dan Surabaya, namun Anargela mengatakan tak menutup kemungkinan pasukannya akan menggelar event di kota maupun provinsi lain.

"Ada banyak sih yang minta, 'kak, kapan bikin di Yogyakarta?', 'bikin di Kota Semarang, dong'," ucap Anargela menirukan permintaan sejumlah follower.

Bicara kendala, Anargela pernah ceritakan pengalamannya mendapat kritik negatif yang menilai pasukannya tidak cinta budaya sendiri.

Agensi IZ*ONE Jelaskan Partisipasi Sakura dan Yabuki Nako di Konser HKT48 yang Ditentang Fans

"Sering (dapat komentar) yang seperti itu. Menurut saya itu salah. Saya tetap bisa bahasa krama meski dengan semua kegiatan ini," ucap Anargela.

"Selain itu menurut saya, Jepang dan Indonesia sama-sama kreatif, namun tidak pernah lupa dengan adat ketimuran yang sopan dan santun," tambahnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved