Guru IPS Punya Peran Kompetensi Siswa, Pakai Konsep Student Center Sehingga Kenali Karakter Anak
Guru IPS Punya Peran Kompetensi Siswa, Pakai Konsep Student Center Sehingga Kenali Karakter Anak.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Guru IPS menjadi salah satu guru yang memiliki peran dalam mengenali kompetensi siswa.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Sudarminto dalam Bimbingan Teknis Strategi dan Pembelajaran Dalam Menyongsong Era Society 4,0 di Universitas Narotama (Unnar), Sabtu (9/3/2019).
• Guru yang Dilaporkan Cabuli Murid SDN Kauman 3 Malang Berpotensi jadi Tersangka Pekan Depan
• Dinilai Membengkak, DPRD Pamekasan Minta Rasionalisasi Guru Honorer
Bimbingan teknis yang digelar Forum Guru Ilmu Pengetahuan Sosial Seluruh Indonesia (Forgipsi) Provinsi Jatim ini menurutnya diperlukan untuk meningkatkan strategi pembelajaran 4,0.
"Kecakapan yang diperlukan di pergeseran abad 21 bagi guru IPS ini meliputi literasi dasar, kompetensi dan karakter anak. Sehingga strategi pembelajaran guru IPS harus bisa mengarah dalam memaksimalkan kompetensi siswa itu,"urainya.
• Dukung Program PTSL Pengurus IPPAT Jatim Gratiskan Legalisir Sertifikasi Tanah
• Ikut Rapat Koordinasi Program Pembinaan Guru di Surabaya, Ini Tips Atasi Stunting ala Arumi Bachsin
Salah satu strategi pembelajaran ini, menurutnya dengan mengubah konsep pembelajaran dari teacher center menjadi student center.
Student center ini harus memperhatikan karakter tiap anak.
Jadi setiap anak harus sesuai kemampuannya dalam menangkap pelajaran, bisa melalui praktek, diskusi ataupun permainan.
"Guru dituntut untuk meningkatkan seluruh kompetensi siswa ini. Jadi ngajar tidak hanya dengan kompetensi ceramah saja, tetapi juga dengan cara lainnya. Harus digali seluruh kompetensi pengajaran yang bisa diserap anak,"lanjutnya.
Hal ini menurutnya menjadi kelebihan guru IPS yang memiliki kemampuan metakognitif.
Yaitu analisis yang tajam dan lama serta keputusannya yang akurat.
"Di Surabaya peningkatan kompetensi guru selalu di update. Bahkan mampu mendorong siswa di Surabaya hingga memiliki sejuta tulisan anak dari hasil resume buku dalam rangka literasi dasar," pungkasnya.
Ketua Forgipsi Jatim, Shahibur Rachman mengungkapkan bimtek kali ini diikuti 212 guru IPS dan PKn dari Jatim dan berbagai daerah di Indonesia.
Para guru ini didominasi guru-guru yang dulunya belum melek IT, dan diharapkan bisa menyesuaikan dengan eranya siswa yang sudah lahir dengan melek IT.
"Jadi bukan lagi manual ada pekerjaan rumah di kertas terus dikumpulkan tapi menerapkan sistem online untuk pekerjaan rumahnya kemudian didiskusikan.
Jadi peran guru bukan hanya korektor tapi dijadikan fasilitator pembelajaran,"ujar pria yang juga Kepala SMPN 19 Surabaya ini.
Ke depan, dari bimtek ini diharapankan akan bisa terbentuk kelas society yang memanfaatkan tablet dan laptop untuk pembelajaran.
"Di SMPN 19 sudah diterapkan oleh beberapa guru sehingga sistemnya moving class, secara bertahap masih didominasi guru IPS,"pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bimbingan-teknis-strategi.jpg)