Peran 5 Tokoh Penting yang Terlibat dalam Penyerahan Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar
Peran lima tokoh penting yang terlibat dalam penyerahan Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.
Peran lima tokoh penting yang terlibat dalam penyerahan Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.
TRIBUNJATIM.COM - Pada 11 Maret 1966, Soekarno disebut memberikan "surat sakti" kepada Soeharto yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.
Surat itu berisi persetujuan Soekarno agar Soeharto mengambil langkah yang dianggap perlu untuk memulihkan keamanan setelah Gerakan 30 September 1965 yang dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia.
Bermodalkan Supersemar, Soeharto tidak hanya memulihkan keamanan, tetapi juga secara perlahan mengambil alih kepemimpinan nasional.
Soeharto kemudian ditunjuk sebagai pejabat presiden setahun kemudian, Maret 1967, berdasarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara No XXXIII/1967 pada 22 Februari 1967.
• Mengulik Deretan Misteri Supersemar, Hilangnya Surat Asli 53 Tahun yang Lalu hingga Proses Pembuatan
Akan tetapi, Presiden Soekarno membantah memberikan Supersemar sebagai alat untuk transfer kekuasaan kepada Letjen Soeharto yang ketika itu menjabat Menteri Panglima Angkatan Darat.
Hal ini disampaikan Soekarno dalam pidato yang disampaikan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1966.
"Dikiranya SP 11 Maret itu suatu transfer of authority, padahal tidak," kata Soekarno dalam pidato berjudul "Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah" atau lebih dikenal dengan sebutan "Jasmerah".
Sejarawan Asvi Warman Adam pun menilai bahwa Supersemar menjadi alat bagi Soeharto untuk melakukan "kudeta merangkak".
Lalu siapa saja tokoh yang terlibat dalam Supersemar dan apa saja perannya? Berikut penjelasannya:
1. Soekarno
Pada Jumat, 11 Maret 1966, itu Soekarno digambarkan sedang memimpin rapat kabinet di Istana Merdeka.
Saat itu, Istana Merdeka sedang dikepung mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa Tritura, tiga tuntutan rakyat.
Semua menteri dan kepala lembaga diwajibkan hadir dalam rapat paripurna pertama Kabinet 100 Menteri.
Ini merupakan kabinet hasil reshuffle terhadap Kabinet Dwikora yang didemo mahasiswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/presiden-ri-ke-i-soekarno-dan-jenderal-soeharto.jpg)