Tayang 14 Maret 2019, Bayu Skak Ungkap Lima Perbedaan Yowis Ben Pertama dan Sekuelnya, Simak Ini!
Bayu Skak, Co Sutradara Film tersebut mengungkap ada beberapa perbedaan Yowis Ben pertama dan sekuelnya yang dinilai tak kalah lucu.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Film Yowis Ben 2 akan segera tayang di bioskop 14 maret 2019 mendatang.
Film drama komedi yang menceritakan soal persahabatan remaja Malang ini merupakan sekuel dari Yowis Ben pertama yang telah rilis pada 2018 lalu.
Bayu Skak, Co Sutradara Film tersebut mengungkap ada beberapa perbedaan Yowis Ben pertama dan sekuelnya yang dinilai tak kalah lucu.
1. Yowis Ben 2 Padukan Dua Bahasa Jawa dan Sunda
Bayu Skak mengungkap, dialog Yowis Ben pertama menggunakan Bahasa Jawa, namun pada Yowis Ben 2 akan ada Bahasa Sunda yang muncul.
Komedian asal Malang itu mengungkap selektivitas dilakukan terhadap pemilihan Bahasa Sunda terutama dialog kepada orang yang lebih tua.
"Kesulitannya memadukan dua bahasa, Jawa dan Sunda. Memadukan adat Jawa dan Sunda harus tanggung jawab besar, tujuannya mengguyupkan keduanya. Jangan memercik seperti "loh bahasa kok gitu kok kasar' makanya jangan sampai seperti itu," kata Bayu Skak saat meet and greet cast film 'Yowis Ben 2' di Atrium Royal Plaza Surabaya, Sabtu (9/3/2019).
Kali ini, dirinya mengajak komedian asal Bandung sebagai acting coach pemilihan kosa kata dialog bahasa Sunda.
• Premier Film Yowis Ben 2, Joshua Bawa Syal Persebaya dan Akui Rindu Kulineran Surabaya
• Gara-Gara Main Film Yowis Ben, Brandon Salim Ciptakan Rayuan Pakai Bahasa Jawa
2. Lebih Lama Waktu Syuting
Bayu Skak menilai adegan pada film Yowis Ben kedua lebih terstruktur dengan durasi syuting lebih lama di dua kota.
Pemilihan Kota Bandung dan Kota Malang dilatar belakangi cerita film Yowis Band 2.
"Yowis Ben 2 ini lebih terstruktur, lebih lama syuting selama tiga minggu kalau yang pertama dua minggu. Yowis Ben dua ini aman, tidak diteter hujan jadi lebih rapi," kata Bayu.
3. Film Yowis Ben 2 Jadi Pembuktian Karakter
Kisah pelajar SMA membentuk grub band menjadi cerita Film Yowis Ben pertama, namun Bayu Skak mengatakan karakter sekuel film tersebut naik tingkat.
Sebab, di film Yowis Ben 2 lebih mengungkap karakter para pemain.
Bayu membocorkan, di film Yowis Ben 2 cerita anak SMA tersebut telah lulus sekolah dan mencari kerja melalui band.
"Lebih pembuktian, Yowis Ben pertama karakter berkarya membuat band dan kedua ini band ini menjadi sesuatu," kata Bayu Skak.
Selain itu, pada pembuktian karakter itu Bayu menilai karakter pemain film Yowis Ben 2 lebih dewasa.
"Rasanya sama dengan yang pertama tapi lebih dewasa, dulu anak sekolah tapi sekarang lulus sekolah mencari uang," katanya.
• Yowis Ben 2 Manggung Nyanyikan Tiga Lagu, Pengunjung Royal Plaza Surabaya Membeludak
• Para Cast Film Yowis Ben 2 Sapa Fans di Royal Plaza Surabaya
4. Tunjukan Lelucon Bahasa Jawa-Sunda
Banyaknya kosa kata Bahasa Jawa dan Sunda dihadirkan dengan berbagai lelucon di film Yowis Ben 2.
"Banyak sekali, banyak sekali lelucon bahasa Jawa dan Sunda. Ada kata-kata dari bahasa Jawa yang berbeda arti di bahasa Sunda seperti sampean yang artinya kamu (Bahasa Jawa) di Sunda artinya kaki. Ada komedinya di situ," kata Bayu.
5. Kisah Cinta dan Budaya Jawa-Sunda
Bayu Skak membocorkan kisah cinta para pemain Film Yowis Ben 2, dia mengatakan kisah asmara diangkat dari dua budaya Sunda-Jawa.
"Jawa dan Sunda itu bisa pacaran, ini Republik jadi bisa bersatu," kata Bayu.
Bayu berharap dengan adanya film Yowis Ben 2 ini, mengajak anak-anak muda mengenal budaya Jawa maupun Sunda.
Satu di antaranya kehadiran Cak Kartolo seorang pelawak dan pemain kesenian ludruk.
"Nilai budaya terus terang di bahasa, kami memperlihatkan ke anak-anak muda sosok yang terlupakan seperti Budaya Ludrukan Cak Kartolo lewat metode film," pungkasnya.