Minimnya Informasi Kegiatan Seni Budaya dan Sastra, Para Anak Muda ini Gagas 'Wara-wara Project'
Minimnya informasi seni budaya dan sastra yang dapat diakses oleh masyarakat luas, membuat M Yusuf Awali Taufiqi dan rekannya membuat Wara Project.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melihat minimnya informasi seni budaya dan sastra yang dapat diakses oleh masyarakat luas, membuat M Yusuf Awali Taufiqi, Adnan Guntur, dan rekan-rekannya membuat 'Wara-wara Project'.
Awali, sapaan akrabnya, mengungkapkan 'Wara-wara Project' merupakan wadah yang memberikan informasi mengenai segala kegiatan seni budaya dan sastra.
Kanal instagram 'Wara-wara Project' @warawaraproject saat ini telah diikuti oleh sekitar 4.900 followers dan setidaknya terdapat sekitar 530 postingan informasi acara seni budaya dan sastra.
• Ibu Muda Ini Putus Asa, Tak Punya Biaya Obati Anaknya Kena Infeksi, Rela Tawarkan Ginjalnya Dijual
• Bidik Peningkatan Fee Based Income, BTN Gandeng Telkom untuk Penyediaan Layanan IndiHome ke Nasabah
'Wara-wara Project' berawal dari ketika Awali dan rekan-rekannya menghadiri sebuah acara malam puisi.
"Saat saya upload insta story, teman-teman banyak yang tanya dan bilang nggak tahu kalau ada acara itu. Dari situ, akhirnya, 'Wara-wara Project' dibentuk, tepatnya pada 25 Juli 2017," tutur Awali.
Sebenarnya, tutur Adnan, ada beberapa media serupa yang juga mempublikasi acara seni budaya dan sastra, namun ia merasa kurang begitu aktif.
"Akhirnya kurang bisa memfasilitasi teman-teman di Surabaya yang ingin datang atau menyelenggarakan kegiatan. Banyak sekali acara seni, tapi karena kurangnya informasi jadi yang datang hanya sedikit," tutur Adnan.
Tak hanya menyebarkan informasi mengenai berbagai kegiatan, 'Wara-wara Project', lanjutnya juga mengadakan program Minggu Menulis.
"Banyak teman-teman yang suka menulis, akhirnya kami menyediakan wadah bagi mereka untuk berkreasi. Setiap minggu kami mempublikasikan karya yang dikirim teman-teman sebagai bentuk apresiasi," jelasnya.
Bukan itu saja, 'Wara-wara Project' juga menggelar Sakola Wara yang menyelenggarakan lokakarya dan diskusi mengenai berbagai topik.
"Misalnya mengundang akademisi Ilmu Perpustakaan untuk berdiskusi mengenai kepustakaan atau mengundang kakak tingkat untuk berdialog mengenai puisi," Awali menambahkan.
Namun, lanjutnya, untuk saat ini 'Wara-wara Project' fokus pada menyebarkan informasi di media sosial.
'Wara-wara Project' juga membuka bagi siapa saja yang ingin bergabung ke grup Sobat Wara, grup yang membuka kesempatan para anggotanya untuk berbagai informasi dan berdiskusi.
• VIDEO VIRAL Staf Pejabat Ngotot Minta Mobil Lewat di Car Free Day, Polisi: Kok Mendelik-mendelik!
• Doa Luna Maya untuk Pernikahan Syahrini dan Reino Barack, Ada Harapan Selalu Rukun
"Anggota Sobat Wara terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, komunitas teater, LPM, media, dan lain sebagainya," jelas Awali.
Para punggawa 'Wara-wara Project' yang berjumlah 15 orang ini secara aktif mencari informasi dan jaringan seluas-luasnya agar memberikan dapat membagian berbagai kegiatan yang akan digelar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wara-wara-project.jpg)