Pileg 2019
Turun Secara Nasional Versi Quick Count, Demokrat Jatim Tetap Optimis Suara di Provinsi Meningkat
Partai Demokrat masih optimistis suara di Jawa Timur dapat meningkat. Ada peningkatan kursi sebanyak tujuh kursi menjadi 18 kursi.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Demokrat masih optimistis suara di Jawa Timur dapat meningkat.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jatim bahkan menyebut ada peningkatan kursi sebanyak tujuh kursi menjadi 18 kursi.
"Hasil survei (quick count) kami berdasarkan saint league bisa mencapai 18 kursi atau 15 persen dari kursi DPRD Jatim. Bahkan, ada peluang bisa lebih," kata Ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo di Surabaya.
Apabila Demokrat memperoleh 18 kursi memang meningkat dari perolehan Demokrat di pemilu 2014.
Di pemilu tersebut, Demokrat mendapatkan 13 kursi dari 11 dapil di Jatim.
• UPDATE REAL COUNT KPU Jumat Siang: PKS No 1 Raih 22,45 %, PDIP No 2, Gerindra No 3, di Jakarta
• Real Count Internal Sementara, DPW Partai Nasdem Jatim Optimis Dapat Satu Kursi Setiap Dapil
Menurutnya, dengan peningkatan tersebut akan tetap menjaga partai berlambang bintang mercy ini berada di lima besar perolehan terbanyak di parlemen Jatim.
"Untuk sementara masih di posisi keempat. Kami dekat dengan (perolehan) Gerindra," kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini.
"Bahkan, kalau yang angka (caleg) yang dibawah bisa naik, tentu bisa naik lagi. Sebab, selisihnya tidak banyak," kata mantan Gubernur Jatim dua periode ini.
Bukan hanya kursi DPRD Jatim, pihaknya juga optimis jajaran legislatif untuk DPR RI dari dapil Jatim juga meningkat.
"DPR RI Hitungan sementara naik menjadi 13 kursi dari 11 dapil," kata Pakde Karwo.
Menurut beberapa quick count, perolehan Demokrat di 2019 ini kembali turun dibanding pemilu 2014 silam.
Menurut Litbang Kompas misalnya, Demokrat di pemilu 2019 mendapat 8,09 persen secara angka nasional.
Sementara untuk pemilu 2014 silam, partai yang dipimpin mantan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono ini mendapat 10,19 persen.
Namun, pihaknya masih akan menunggu real count di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Keputusan tetap di KPU. Namun, dari pemilu ke pemilu, empiris pemilu berjalan, survei cocok dengan tabulasi data. Ini baik, quick count menjadi kontrol," katanya.