Pameran Kolaborasi Kuliner Visual, MasterChef William Gozali Ajak Hargai Makanan Lewat Ramen

Pameran karya kalaborasi kurator dan mentor Go Ahead Challenge bertajuk RasaKrasa digelar di Visma Coffe Tegalsari Surabaya pada, Minggu (28/4/2019).

Pameran Kolaborasi Kuliner Visual, MasterChef William Gozali Ajak Hargai Makanan Lewat Ramen
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Jebolan Masterchef Indonesia William Gozali saat membuat Spicy Gyumen di Pameran Kolaborasi RasaKrasa, Visma Coffe Tegalsari Surabaya pada, Minggu (28/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -   Pameran karya kalaborasi kurator dan mentor Go Ahead Challenge bertajuk RasaKrasa digelar di Visma Coffe Tegalsari Surabaya pada, Minggu (28/4/2019).

Fotografer Bill Satya, jebolan Masterchef Indonesia William Gozali dan dua pemenang Go Ahead Challenge Faiz Adit dan Rinto Saputra pun mengangkat kuliner Jepang 'Ramen' dalam pameran bertajuk Ramen Attitude.

Mereka menampilkan kehadiran toko-toko mie ramen di tengah dinamika masyarakat Jepang.

Karya tersebut berbentuk visual art melalui foto, ilustrasi, video dan motion graphic yang dipamerkan pada gelaran Menjadi Manusia.

(Sempat Ragu di Bisnis Kuliner, Gisella Anastasia Akhirnya Buka Gempikoe : Ngembangkan Kota Kelahiran)

(Cicipi Segarnya Es Gandul Tali Merang dari Midtown Hotel Surabaya, Beri Kenangan Kuliner Tempo Dulu)

"Kita orang Indonesia, gampang untuk kita mengeksplore. Dengan adanya Go Ahead Challenge ini memberikan kita pengalaman untuk mengkolaborasikan dan membuat karya," kata William Gozali, Minggu (28/4/2019).

Karya visual art kuliner Jepang ini dinilai Bill Satya bisa mengangkat apresiasi masyarakat terhadap makanan.

"Di Jepang semua diapresiasi, teknologi hingga makanannya sangat diapreasiasi. Cara pembuatannya, cara orang menikmatinya ada manner dan itu dihargai. Kami ingin ngasih bukti bahwa kalian harus mengapresiasi sesuatu meskipun kecil." katanya.

Ramen Attitute dipersembahkan untuk menghargai makanan yang dari proses pembuatan makanan terlebih yang  membutuhkan waktu.

Bila ingat menu Ramen, menu ini perlu direbus dengan kuah khusus.

Saat dihidangkan, penikmatnya kembali menghargai penganan di depannya dengan memfoto, menghirup aroma segar ramen, memakan ramen hingga suara mulut keluar, sampai meminum kuah ramen langsung dari mangkuk.

"Semakin bunyi slurp, semakin menghargai chef," kata William.

(Surprise Hidangan Fusion, Chef Vania Wibisono Bikin Pecel Rawon di Festival Banyuwangi Kuliner)

(Cicipi Segarnya Es Gandul Tali Merang dari Midtown Hotel Surabaya, Beri Kenangan Kuliner Tempo Dulu)

Jebolan Masterchef 3 ini berharap karya tersebut menjadi inspirasi anak-anak muda untuk mengekplor dinamika masyarakat dan kuliner khas Indonesia melalui karya digital sesuai passion.

Hal tersebut juga mendukung platform Menjadi Manusia, sebagai figur inspiratif untuk mengubah keraguan dari masalah hidup menjadi bukti yaitu karya.

"Indonesia juga bisa membawa gudeg, nasi goreng dan rendang dengan cara dari diri kita sendiri dulu mengapresiasi, mempromote lebih apa yang kita punya," kata William.

(Surprise Hidangan Fusion, Chef Vania Wibisono Bikin Pecel Rawon di Festival Banyuwangi Kuliner)

(Cicipi Segarnya Es Gandul Tali Merang dari Midtown Hotel Surabaya, Beri Kenangan Kuliner Tempo Dulu)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved