Dituding Mutasi Kontroversial oleh Dewan, Wawali Kota Pasuruan Tanggapi Santai: Sudah Izin Mendagri

Dituding Mutasi Kontroversial oleh Dewan, Wawali Kota Pasuruan Tanggapi Santai: Kami Sudah Minta Izin Mendagri.

Dituding Mutasi Kontroversial oleh Dewan, Wawali Kota Pasuruan Tanggapi Santai: Sudah Izin Mendagri
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Plt Wali Kota Pasuruan sekaligus Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo saat memimpin pengambilan sumpah atas mutasi yang dilakukannya di lingkungan Pemkot Pasuruan unruk pejabat eselon III dan IV 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Plt Wali Kota Pasuruan yang sekaligus juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo menanggapi santai tudingan mutasi kontroversial dari dewan, yang dilakukan di Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan.

“Saya rasa apa yang saya lakukan tidak menyalahi ketentuan. Sesuai dengan aturan dan sesuai prosedur. Kami juga sudah mendapatkan izin dari Menteri Dalam Negeri,” kata Teno, sapaan akrab Plt Wali Kota Pasuruan saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Pasuruan, Kamis (2/5/2019) siang.

Hari Pendidikan Nasional, Gus Irsyad Susun Perbup Terapkan Pendidikan Anti Korupsi di Pasuruan

Fraksi Partai Golkar Kritik Mutasi 147 Pejabat, Nilai Wawali Kota Pasuruan Hanya Pelaksana Tugas

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf Dapat Penghargaan Lagi, Program Inovasi Kenduren Mas Diapresiasi

Menurut Raharto Teno Prasetyo, proses mutasi pejabat diawali dari usulan yang diajukan badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat).

Tim yang diketuai Sekretaris Kota Pasuruan sudah mempertimbangkan nama dan kepangkatan yang diusulkan untuk menempati posisi baru.

“Baperjakat sudah mempertimbangkan dan memperhatikan kepangkatan minimal untuk menempati jabatan baru. Dari peraturan yang dijadikan acuan (mutasi), saya rasa tidak menyalahi aturan,” tandasnya.

Terkait persoalan kewenangan dalam memutasi pejabat, Teno mengaku tidak melampaui tugas pokoknya.

Sesuai dengan prosedur, pihaknya juga telah mengajukan perizinan kepada Mendagri.

“Soal kewenangan (mutasi) juga tidak ada masalah dan sesuai perundangan. Kami sudah minta izin Mendagri,” jelasnya.

Ia pun mengatakan bahwa mutasi, dan promosi jabatan adalah hal yang lumrah di lingkungan pemerintahan sekarang ini. Bukan sesuatu yang seharusnya dipermasalahkan.

"Yang mendapat promosi jabatan, selamat bekerja dengan harapan mampu membuktikan kemampuan dengan menunjukkan prestasi kerja yang baik dimasa yang akan datang," sindirnya.

Bagi yang terkena rotasi ataupun reposisi jabatan, kata Twno selamat bertugas di tempat yang baru, semoga dapat segera beradaptasi dengan tugas jabatan di lingkungan kerja yang baru serta menjadikan pengalaman dalam jabatan sebelumnya sebagai sarana introspeksi dan evaluasi peningkatan kinerja di masa yang akan datang.

"Saya justru berharap kepada seluruh pejabat yang dilantik agar senantiasa menunjukkan dedikasi, loyalitas dan kinerja yang tinggi," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved