Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Unair Surabaya Ini Kerap Boyong Trofi Pencak Silat

Ilham Wahyudi, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Airlangga Surabaya, merupakan seorang mahasiswa berprestasi yang kerap menyabet

Tayang:
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/christine Ayu N
Ilham Wahyudi, sesaat setelah dinobatkan sebagai juara pertama Kejuaraan Pencak Silat Pakubumi Open VI Tingkat Internasional di Bandung, Jawa Barat pada Februari 2019 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ilham Wahyudi, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Airlangga Surabaya, merupakan seorang mahasiswa berprestasi yang kerap menyabet kejuaraan pada cabang olahraga pencak silat.

Berbagai kejuaraan telah berhasil ia menangkan seperti manyebat juara 3 Kejuaraan Jakarta Pencak Silat Championship 4 tingkat nasional pada tahun 2015, juara 2 Kejuaraan Jakarta Pencak Silat Championship 5 tingkat nasional tahun 2016, juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Piala Rektor Unair tingkat nasional tahun 2017, dan lain sebagainya.

Bahkan, pemuda kelahiran 24 September 1998 ini berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah membawa pulang trofi juara pertama Kejuaraan Pencak Silat Pakubumi Open VI Tingkat Internasional di Bandung, Jawa Barat, pada 31 Januari hingga 03 Februari 2019 kemarin.

Kecintaannya terhadap seni bela diri ini bermula ketika ia duduk di kelas 7 SMP.

"Awalnya cuma coba-coba aja, kebetulan waktu itu ada perlombaan antar pelajar dan mendapat juara tiga. Sejak saat itu terpacu semangat untuk berlatih. Dulu ayah saya juga hobi pencak silat, tapi cenderung ke pencak silat tradisional. Sedangkan saya cenderung ke atlit," tutur Ilham kepada Tribunjatim.com.

Namun, perjalanan Ilham di dunia pencak silat tidaklah mudah. Banyak hal yang harus ia korbankan mulai waktu hingga kesehatannya.

"Misalnya H-2 kejuaraan, saya digembleng habis-habisan. Mulai dari fisik sampai mental. Waktu masih sekolah, saya dateng jam 5 untuk latihan. Malamnya, saya latihan dari habis maghrib sampe jam 10, " jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Bersilaturrahmi Melalui Karya, Komunitas Forum Aliansi Menggelar Pameran Lukisan Mantra

Pameran Lukisan Karya Yudi Pelaut di Surabaya Jadikan Sosok Si Merah sebagai Perjalanan Tanpa Henti

Sempat Lupa Sudah Pindah, Jorge Lorenzo Salah Menuju Garasi Tim Ducati Saat FP2 MotoGP Spanyol 2019

Bahkan, ia juga pernah mengalami cidera yang cukup parah.

"Saya pernah kena cidera ligamen, sampai sekarang kadang masih kambuh. Kalau sudah kambuh, nyeri dan sakitnya bukan main, saya kadang sampai nangis," tutur Ilham.

Bukan hanya itu, dirinya juga menuturkan sempat tidak mendapatkan restu dari orangtuanya. Tapi lambat laun, orangtuanya mulai bangga terhadap prestasi yang ia raih.

"Pencak silat bagi saya bukan sekadar hobi, melainkan sebagai kebutuhan hidup saya sendiri," pungkasnya.
(Christine Ayu/TribunJatim.com).

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved