Sarang Agressor di Lumajang, di Gempur 10 Pesawat Tempur TNI AU
Pengeboman sarang agressor di Pandanwangi, Lumajang yang dilakukan 10 pesawat tempur TNI AU, merupakan skenario latihan perang udara bersandi "Sikata
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM,MAGETAN - Pengeboman sarang agressor di Pandanwangi, Lumajang yang dilakukan 10 pesawat tempur TNI AU, merupakan skenario latihan perang udara bersandi "Sikatan Daya 2019".
Pelibatan 10 pesawat tempur yang masing masing datang dari Skadron Udara 3, empat pesawat, dari Skadron Udara 15, empat pesawat, dan dari Skadron Udara 14, dua pesawat. Ke 10 pesawat tempur ini yang melakukan bombardir AWR (Air Weapon Range/Serangan Udara) dengan berbagai jenis bom.
"Pengeboman itu diskenariokan, sebagai sarang agressor, yang mengancam dan merongrong kedaulatan NKRI. AWR Pandanwangi, itu melibatkan sejumlah pesawat tempur TNI AU dengan berbagai jenis bom,"kata Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi, Maospati, Magetan, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Widyargo Ikoputra kepada Surya, Sabtu (4/5).
Dikatakan Danlanud Iko, pesawat yang di awaki Letkol Pnb Anjar/1628, Mayor Pnb Agus Dwi/1629, Mayor Pnb Yudhis /1620, Kapten Pnb Panji/1642 itu lepas landas, pada pukul 09. 30 Wib dari Lanud iswahjudi, Maospati, Magetan, Jawa Timur.
"Pesawat dari Lanud Iswahjudi itu disusul 4 Pesawat T50i Golden Eagle. Di tutup dengan 2 pesawat Sukhoi Su-30, butuh waktu 1,5 jam, menyusul pesawat itu. Masing masing pesawat membawa bom sebesar 1,5 ton," jelas Marsma Iko kepada Tribunjatim.com.
• Pameran Lukisan Karya Yudi Pelaut di Surabaya Jadikan Sosok Si Merah sebagai Perjalanan Tanpa Henti
• Korban Lumpur Lapindo Sidoarjo Gelar Doa Bersama dan Tabur Bunga
• Sempat Lupa Sudah Pindah, Jorge Lorenzo Salah Menuju Garasi Tim Ducati Saat FP2 MotoGP Spanyol 2019
Dikatakan Iko, latihan penembakan di Pandanwangi, Lumajang, merupakan skenario latihan yang sudah terpadu dengan lainnya.
"Dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, juga memberangkatkan pesawat andalan mereka Super tucano," kata Danlanud Iswahjudi, Maospati, Magetan, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Widyargo Ikoputra.
Latihan ini, lanjut Iko, selain bertujuan meningkatkan profisiensi. Sehingga setiap penerbang dapat melaksanakan misi dengan baik dan selamat.
"Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi, menutup Latihan Sikat Daya, Pangkoopsau II dalam keterangannya mengatakan cukup puas dengan latihan Sikatan Daya 2019 lalu,"ujar Marsma Iko. (tyo/TribunJatim.com).