Diduga Hirup Gas Beracun, Penderita Gangguan Jiwa dari Magetan Ditemukan Tewas Tenggelam di Sumur

Diduga Hirup Gas Beracun, Penderita Gangguan Jiwa dari Magetan Ditemukan Tewas Tenggelam di Sumur.

Diduga Hirup Gas Beracun, Penderita Gangguan Jiwa dari Magetan Ditemukan Tewas Tenggelam di Sumur
SURYA/DONI PRASETYO
Personel BPBD Kabupaten Magetan mengevakuasi jenazah Sumini (50) warga Desa Setren RT11/RW04, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan dari dalam sumur belakang rumahnya, Selasa (7/5 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Hanya beberapa saat tidak terlihat, Sumini (50) warga Desa Setren RT11/RW04, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, ternyata ditemukan sudah mengambang di sumur belakang rumahnya.

"Sesuai keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan sudah mengambang di dalam sumur oleh Gito, adik korban, setelah beberapa saat dicari tidak ditemukan," kata Fery Yogo Saputro, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan kepada Tribunjatim.com, Selasa (7/5).

Banyak PJU Mati, Jalan Alternatif Sarangan Magetan Hingga Cemorokandang Rawan Kecelakaan

Berbulan-Bulan Atap SDN Unggulan Magetan Ambrol, Para Siswa Takut Kejatuhan

Polres Magetan Perketat Pengamanan di Sejumlah Tempat yang Rawan

Dikatakan Fery, kesehariannya, Sumini (korban) ini oleh keluarganya selalu dipantau, itu dilakukan sejak korban ini menderita gangguan jiwa kurang lebih sekitar 25 tahun lalu.

"Saksi saksi yang mengetahui dan melaporkan kejadian tewasnya Sumini ini ke kantor desa, seluruhnya masih keluarga. Saksi saksi yang mengetahui kejadian itu, yakni, Sunarto (54), Gito (48) adik korban, Joko (48), dan Suratno (68),"kata Fery.

Menurut saksi saksi, korban yang ditemukan sudah mengambang dan meninggal ini menderita gangguan jiwa dan sudah menjalani pengobatan baik medis maupun alternatif.

Namun hingga ditemukan meninggal didalam sumur, sakit kejiwaan korban tidak juga sembuh.

"Pagi itu, korban ketika ditinggal Gito merumput masih di dalam kamarnya. Kemudian sejam kemudian Gito datang, melihat di kamarnya Sumini sudah tidak ada. Kemudian di melihat penutup sumur di belakang rumah rusak, benar ketika dilihat, jasad Sumini terlihat mengambang,"jelas Fery.

Diungkapkan Fery, tim evakuasi dari BPBD Kabupaten Magetan datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 10.00 WIB dibantu aparat TNI/Polri, berusaha secepatnya mengeluarkan korban dari dalam sumur, tapi terkendala gas beracun yang ada di dalam sumur itu.

"Kami harus hati hati, personel kami yang masuk kami minta untuk melengkapi dengan oksigen dan baju karet, karena hasil monitoring assesment, dalam sumur terdapat gas beracun yang mematikan. Karena itu evakuasi jenazah korban agak memakan waktu,"kata putra mantan Ketua DPRD Kabupaten Magetan ini.

Meski begitu, lanjut Fery, personelnya yang terlatih dan terampil, tidak membutuhkan waktu lama mengevakuasi jenazah Sumini untuk dikeluarkan dari dalam sumur penuh gas beracun itu.

"Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.20, dengan kondisi sudah meninggal dunia,"kata Fery seraya menghimbau, kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati bila di halaman rumahnya masih terdapat sumber air model sumur lama itu, terutama keluarga yang memiliki anak di bawah lima tahun dan anggota kelurga yang terganggu jiwanya.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved