Budidaya Kopi Khas Kediri, Kopi Lanang Dipercaya Meningkatkan Vitalitas Pria

Kabupaten Kediri memiliki tiga daerah sentra penghasil kopi. Ketiga sentra kopi semuanya di kawasan lereng pegunungan yakni Lereng Gunung Wilis,

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Didik Mashudi)
Warga antre mendapatkan segelas kopi khas Kediri di arena Kediri Agro Expo Terminal SLG. 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kabupaten Kediri memiliki tiga daerah sentra penghasil kopi. Ketiga sentra kopi semuanya di kawasan lereng pegunungan yakni Lereng Gunung Wilis, Lereng Gunung Kelud dan Lereng Gunung Anjasmoro.

Produk unggulannya kopi lanang dan kopi luwak liar yang dipercaya meningkatkan vitalitas pria.

Sudiro salah satu kelompok tani Lereng Gunung Wilis memperkenalkan kopi hasil produksinya. Kopi khas Kediri ini diberi nama Kopi Alas, ada jenis kopi robusta, kopi arabika dan kopi luwak liar.

Kelompok tani yang telah memproduksi kopi ini tergabung dalam Kelompok Pengguna Hutan Wilis Kreatif (KPHWK).

"Ada 12 anggota yang tergabung dalam kelompok kami," katanya kepada Tribunjatim.com.

Produk yang lebih spesifik lagi dari kelompok tani kreatif ini di antaranya, kopi lanang, kopi luwak serta kopi luwak lanang.

"Kalau kita rasakan ketiganya memang benar-benar ada perbedaan. Utamanya kopi lanang cenderung terasa pahit," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Sehingga jika dibandingkan dengan kopi pada umumnya, kopi lanang terasa lebih pahit, namun berkhasiat untuk meningkatkan vitalitas kaum pria.

"Memang banyak cerita kopi lanang dapat meningkatkan vitalitas," tambahnya.

7 Keutamaan Salat Dhuha Saat Puasa Ramadan 2019/1440 H, Lengkap dengan Tata Cara dan Bacaan Niatnya

Lirik Lagu dan Video Terbaru Al Barq Al Yamani Nissa Sabyan feat Adam Ali, Sudah Ditonton 362 Kali

Terbaru Ani Yudhoyono, Drop Sudah Tak Bisa Jalan, Terbongkar Cerita Gaia yang Bereaksi Liat Neneknya

Namun diakui Sudiro, sejauh ini belum ada hasil penelitian terkait kopi lanang dan kopi luwak liar yang mampu meningkatkan vitalitas pria.

Namun sudah banyak konsumennya yang selama ini percaya dengan khasiat kopi lanang dan kopi luwak liar.

Malahan sejak dikenal karena meningkatkan vitalitas, penjualan kopi lanang sudah semakin menyebar ke sejumlah kota hingga keluar negeri.

"Kami sudah punya pembeli tetap asal Kota Surabaya. Pemasaran kami lakukan lewat media online," katanya kepada Tribunjatim.com.

Untuk memproduksi kopi luwak liar petani sengaja membiarkan kopinya di kebun merah semua, sehingga dimangsa hewan luwak liar dari hutan. Selanjutnya kotoran luwak yang mengandung biji kopi dibersihkan.

Hanya saja karena mengandalkan luwak liar hasil produksinya tidak dapat maksimal. Padahal harga kopi luwak liar dari petani telah mencapai Rp 1.550.000 per kg.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved