Panen Labu Kabocha Orange Saat Ramadan di Sarangan Magetan, Ludes Dibeli Wisatawan Luar Daerah

Panen Labu Kabocha Orange Saat Ramadan di Sarangan Magetan, Ludes Dibeli Wisatawan Luar Daerah.

Panen Labu Kabocha Orange Saat Ramadan di Sarangan Magetan, Ludes Dibeli Wisatawan Luar Daerah
SURYA/DONI PRASETYO
Labu atau waluh kabocha asal Jepang atau masyarakat Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan menyebut waluh 'golden mama', di bulan puasa ini laris manis diserbu wisatawan luar kota, dari Solo, bahkan Jakarta. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Mulai memasuki bulan puasa pekan lalu, labu kabocha orange asal Jepang yang tumbuh subur di Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan banyak diserbu wisatawan dari luar daerah.

Harganya relatif murah dibanding waluh kabocha impor.

Diduga Hirup Gas Beracun, Penderita Gangguan Jiwa dari Magetan Ditemukan Tewas Tenggelam di Sumur

Banyak PJU Mati, Jalan Alternatif Sarangan Magetan Hingga Cemorokandang Rawan Kecelakaan

Berbulan-Bulan Atap SDN Unggulan Magetan Ambrol, Para Siswa Takut Kejatuhan

"Kita tidak perlu cari tengkulak atau pedagang buah besar, disini (sawah) waluh kabocha atau di Sarangan warga menyebutnya waluh golden mama ini sudah habis dibeli wisatawan yang ke Sarangan,"kata Sarni petani labu kabocha orange warga Desa Singolangu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan kepada Tribunjatim.com, Minggu (12/5).

Menurut Sarni, waluh kabocha ini sangat cocok dibuat 'kolak' makanan cuci mulut saat berbuka puasa. Makanya waluh kabocha ini sangat laris manis di bulan puasa.

"Waluh golden mama ini dagingnya tebal, rasa buahnya lebih enak dari waluh lokal yang penampilannya terlihat lebih besar itu. Selain itu warna waluh kabocha lebih menarik, orange cerah,"jelas Sarni.

Dikatakan Sarni, menanam waluh kabocha lebih menguntungkan dari menanam sayuran lainnya. Karena dari menanam benih sampai siap panen, hanya membutuhkan waktu dua bulan.

"Saat ini harga waluh kabocha di Sarangan antara Rp 12.000 - Rp 17.000 per kilogram. Biasanya per buah waluh kabocha bobotnya kurang dari satu kilogram. Makanya ditingkat pedagang, waluh kabocha dikemas dalam kemasan dua buah per kemasan. Makanya harganya bisa lebih Rp 20 ribu per keranjang isi dua,"katanya.

Pada bulan puasa ini, tambah Sarni, tanaman waluh golden mama atau waluh Jepang kabocha sudah dipanen sebanyak tiga kuintal, hasil panen sebanyak itu tidak dibawa keluar Sarangan, tapi dijual di sepanjang jalan Magetan - Sarangan - Karanganyar.

"Panen waluh kabocha orange tidak bingung, petik langsung kita pajang dipinggir jalan, wisatawan atau warga yang akan pergi ke Jawa Tengah maupun sebaliknya ke Jawa Timur, lewat jalur alterantif Sarangan Cemorosewu - Tawangmangu, pasti banyak yang beli, bahkan ada warga Jakarta beli sampai 20 kg untuk buah tangan,"ujar Sarni.

Hal senada dibenarkan Rahayu, pedagang buah di Jalan Raya Plaosan - Sarangan, menyebutkan, berdagang waluh kabocha sangat menarik dan menguntungkan. Karena buahnya yang lezat, dari penampilan fisik buah menarik.

"Kalau hari hari libur seperti ini, kita kulakan dari petani 2 - 3 kuintal, paling lama dua hari.

Sedang buah lain yang diperdagangkan, bisa sampai tujuh hari bahkan lebih belum laku. Jual waluh kabocha ini menguntungkan, ini waluh jenis baru, warga banyak tertarik dan tahu enak rasanya, mereka ketagihan,"kata Rahayu bernada promosi.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved