Terpilih Program YES, Sisiwa Indonesia Timur Semangat Kenalkan Budaya Indonesia ke Amerika Serikat

Terpilih dalam program pertukaran YES, siswa dari Indonesia Timur semangat kenalkna budaya Indonesia ke Amerika Serikat.

Terpilih Program YES, Sisiwa Indonesia Timur Semangat Kenalkan Budaya Indonesia ke Amerika Serikat
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Beberapa siswa asal Indonesia Timur yang akan berangkat mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. (Kiri-kanan) Olivia dari SMA 10 Surabaya, Petra dari SMA Katolik Frateran Maumere, Naufal dari SMAN 8 Ternate, Salsabila dari MA Pesantren Terpadu Al-Fauzan Lumajang, dan Kezia dari SMA 3 Kota Sorong. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari ini, Selasa (21/5/2019), 30 peserta dari Indonesia Timur yang lolos dalam program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) 2019-2020, berkunjung ke Konsulat Jendral Amerika Serikat di Surabaya untuk melakukan wawancara visa keberangkat ke Amerika Serikat.

Christine Getzler-Vaughan, Kepala Humas Konsulat Jendral Amerika Serikat mengatakan, mereka yang lolos adalah 2 siswa dari Surabaya, 4 siswa dari Ambon, 6 siswa dari Denpasar, 2 siswa dari Gorontalo, 1 siswa dari Kendari, 3 siswa dari Makassar, 2 siswa dari Malang, 1 siswa dari Manado, 1 orang dari Mataram, serta 8 orang Outsearch Initiative dari Kupang, Maumere, Sorong, dan Ternate.

"Selain itu, kali ini ada siswa pertama dari Lampung yang berhasil lolos dalam program ini," ungkap Christine.

80 Siswa Indonesia Timur yang Lolos Seleksi YES Akan Ikuti Program Pertukaran ke Amerika Serikat

Salah satu siswa yang berhasil lolos dalam program tersebut adalah Petra, siswa dari SMA Katolik Frateran Maumere. Lolos dalam program tersebut, diharapkannya dapat menjadi bukti bahwa anak dari pelosok Indonesia pun bisa Go International.

"Saya sebenarnya berasal dari kampung kecil di NTT, yaitu Nagekeo. Saya jauh-jauh bersekolah ke Maumere karena saya tahu ada kesempatan untuk ini," ujar Petra.

Sama seperti siswa lainnya, imbuh Petra, lolos dalam program Yes akan dijadikan sebagai kesempatan memperkenalkan Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur ke international.

2 Bus Pariwisata Rombongan Aksi ke Jakarta Diamankan Polres Madiun, Ngakunya Ikut Buka Puasa & Sahur

"Bahkan di NTT kalau saya bilang dari Negekeo, ada juga yang orang yang nggak tahu, jadi saya harus menjelaskan. Nah kali ini, saya akan dengan senang hati menjelaskan tentang Indonesia, NTT, dan Nagekeo ke masyarakat international juga," ujar Petra bersemangat.

Senada dengan Petra, Salsabila, siswa asal MA Pesantren Terpadu Al-Fauzan Lumajang pun mengaku sudah siap memperkenalkan Lumajang sebagai Surga Tersembunyi saat berada di Amerika Serikat nanti.

Mohammad Naufal dari SMAN 8 Ternate juga mengaku telah siap memperknalkan Indonesia ke dunia yang lebih luas. Ia pun berharap keikutsertaannya dan 30 sisea lainnya dalam program YES dapat menjembatansi toleransi agama.

"Saya juga ingin kehadiran saya ke sana dapat menjembatani tolenransi beragama, apalagi Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim. Saya ingin menunjukkan bahwa muslim, khususnya yang berasal dari Indonesia itu sangat toleran," paparnya.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved