Lewat Migrant Center, Unitomo Siapkan Lulusan Siap Bersaing di Pasar Kerja Internasional 

Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak dengan menyiapkan lulusan yang siap bersaing

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Sulvi Sofiana
Foto bersama Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah dengan Menteri P2MI Mukhtarudin. Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak dengan menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja internasional melalui pembentukan migrant center. 

 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Dr. Soetomo membentuk migrant center untuk menyiapkan lulusan siap kerja global.
  • Program ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
  • Migrant center akan menjadi pusat pelatihan, pendampingan, advokasi, dan pemberdayaan calon PMI.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menegaskan komitmennya sebagai kampus berdampak dengan menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja internasional melalui pembentukan migrant center.

Langkah ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam upaya meningkatkan kualitas dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, menegaskan bahwa kampusnya siap mengambil peran strategis melalui pembentukan migrant center sebagai pusat layanan terpadu bagi calon dan purna PMI.

“Migrant center ini tidak hanya menjadi tempat penyiapan keberangkatan, tetapi juga pusat pelatihan, pendampingan, advokasi, serta pemberdayaan. Kami ingin memastikan lulusan Unitomo dan masyarakat umum memiliki kesiapan kerja yang kompetitif di tingkat global,” jelasnya, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Unitomo Gandeng DPR RI, Dorong Regulasi Berbasis Kajian Akademik

Ia menambahkan, fasilitas tersebut nantinya terbuka tidak hanya bagi mahasiswa dan alumni Unitomo, tetapi juga lulusan perguruan tinggi lain serta SMA/SMK yang ingin bekerja di luar negeri secara profesional dan terlindungi.

Melalui inisiatif ini, Unitomo berupaya menjembatani kebutuhan dunia kerja internasional dengan dunia pendidikan. 

"Kehadiran migrant center diharapkan menjadi penghubung antara pemerintah, industri global, dan institusi pendidikan dalam mencetak PMI yang berkualitas, terlindungi, serta berdaya saing tinggi,"lanjutnya.

Langkah ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai lembaga pendidikan akademik, tetapi juga sebagai motor penggerak peningkatan kualitas tenaga kerja nasional di kancah global.

Baca juga: Dari Perbatasan ke Kota Pahlawan, 148 Mahasiswa Belu Awali Perjalanan Ilmu di Unitomo

Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi bertujuan membangun ekosistem perlindungan PMI yang lebih komprehensif. 

Hal ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset, hingga pengembangan kompetensi tenaga kerja migran.

“Sinergi ini penting agar Indonesia mampu mengirimkan pekerja migran dengan keterampilan menengah hingga tinggi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved