Peduli Kurangi Sampah Plastik, Mahasiswa UK Petra Olah Limbah Jadi Meja Hexatic Hingga Pot Bunga
Peduli Kurangi Sampah Plastik, Mahasiswa UK Petra Olah Limbah Jadi Meja Hexatic Hingga Pot Bunga.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gerakan Indonesia bersih sampah plastik memotovasi enam mahasiswa Desain Interior UK Petra berinovasi mendaur ulang sampah plasti menjadi hiasan rumah.
Ditangan Marina Fransiska, Gavila, Audrey, Felicia, Stacey Young dan Cristian Kemal, produk plastik bekas diolah menjadi hiasan recycle material.
Karya produk plastik ini dirancang bersama UMKM Surabaya bernama Waste Recycle Project (WARP).
• Gandeng UMKM di Surabaya, Mahasiswa UK Petra Ciptakan Startup Olahan Limbah Jadi Karya Bernilai Jual
• Mahasiswa Management Perhotelan UK Petra Hadirkan Nuansa Rainforest di Nui Hotel & Restaurant
• Bangun Solidaritas, UK Petra Surabaya Ajak 14 Sekolah Pra Sejahtera Belajar Pidato Bahasa Inggris
Mereka membuat lampu plastik pasta, plastic waste and iron, meja hexatic dan juga pot bunga.
"Ada kategori bahannya, seperti tutup botol, bungkus popok atau pembalut dan gelas atau botol plastik. Kami menyumbang material juga dan prosesnya kami kerjasama dengan UMKM," kata Marina Fransiska, Jumat (24/5/2019).
Produk daur ulang sampah plastik tersebut dipanaskan menjadi lempengan-lempengan sebagai bahan produk.
Desain lempengan tersebut dapat dibentuk segi lima untuk hiasan dinding maupun meja.
Selain itu, limbah plastik tersebut juga dicetak untuk lampu hias.
"Ini kami bikin sebagai produk elemen dekoratif ruangan. Ada juga untuk desain kursi meja dan tablet stand," katanya.
Project tahunan ini digarapnya dengan nama Bakuls untuk mengisi pameran Cre-Mart yang dapat dikunjungi di Bazaar X Project Convention Hall TP 3 Surabaya, Jumat-Minggu (24-26/5/2019).
Marina berharap dengan adanya project tersebut menginspirasi anak muda untuk menuangkan ide kreatifnya di bidang desain maupun art dengan membantu UMKM.
"Karena kita tertarik dengan ini dan kita tau sendiri sampah plastik di Indonesia meningkat sampai ada gerakan bebas sampah plasti dan penggunakan stainles. Harapanya selain mengurangi juga membuat karya interior yang dapat mengalihfungsikan sampah plastik menjadi elemen pengisi interior hiasan dinding yang juga punya nilai jual," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bazar-petra.jpg)