762 Botol Minuman Keras Dimusnahkan Polres Malang, Dari Operasi Pekat Semeru Selama 12 Hari

762 Botol Minuman Keras Dimusnahkan Polres Malang, Dari Operasi Pekat Semeru Selama 12 Hari.

762 Botol Minuman Keras Dimusnahkan Polres Malang, Dari Operasi Pekat Semeru Selama 12 Hari
SURYA/ERWIN WICAKSONO
762 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dimusnahkan secara simbolis di Polres Malang, Selasa (28/5/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - 762 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dimusnahkan secara simbolis  di Polres Malang, Selasa (28/5/2019).

Pemusnahan miras tersebut disaksikan langsung oleh  jajaran Forkopimda Kabupaten Malang dan ulama.

Ratusan botol miras itu didapat dari hasil ungkap jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Malang dalam Operasi Pekat Semeru yang dilakukan sejak tanggal 15 - 26 Mei 2019 lalu.

620 Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran Hari Raya Idulfitri 2019 di Kota Malang

Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas Saat Mudik Lebaran di Tol Malang-Pandaan dan Simpang Karanglo

PPDB SMA/SMK Negeri di Jatim, Siswa Domisili KK Kabupaten Malang Tak Bisa Ambil Pin di Kota Malang

Berbaga miras mulai dari anggur merah, ciu dan arak trobas langsung tergilas tak tersisa oleh buldozer pagi itu.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menerangkan, peredaran miras di masyarakat berpotensi memunculkan timbulnya aksi kejahatan.

Sehingga alasan tersebut menjadi acuannya dalam menjaring minuman beralkohol itu.

"Ini sebagai langkah kami untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadan. Miras ini didapat dari razia-razia oleh jajaran saat Operasi Pekat Semeru 2019," terang Ujung usai pemusnahan miras.

Ujung menambahkan, miras yang dimusnahkan kali ini didapat dari 205 tersangka. Secara penindakan, para tersangka miras tersebut dikenakan tipiring atau tindak pidana ringan.

192 kasus miras yang diungkap, peredarannya di Kabupaten Malang biasanya dijual dengan berbagai cara. Yakni, berkedok dijual di rumah-rumah warga.

Ujung memastikan pihaknya terus melakukan pencegahan bagi mereka yang penjual dan produsen miras di wilayah hukum Polres Malang.

"Kami lakukan razia sebanyak-banyaknya selama 12 hari dan ini hasilnya," tegas Ujung.

Di sisi lain, pengurus MUI Kabupaten Malang, KH Lutfi Bashori Alwi menerangkan mendukung penuh jajaran petugas keamanan untuk melibas potensi kemungkaran.

"Kami mendukung upaya yang baik ini untuk memberantas kemungkaran. Agar masyarakat tenang beribadah di bulan Ramadan," terangnya.

Kepada umat, Lutfi berpesan agar pada Hari Raya Idul Fitri ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk mencegah perbuatan yang menimbulkan murka Tuhan.

"Mari taat kepada Allah dan tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan murka-Nya," pesan pria yang merupakan pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Singosari Malang.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved