Tas Kulit Ular Banyuwangi Tembus Asia dan Eropa
Warga Desa Lemahbang Dewo Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi itu, mengolah kulit ular menjadi produk fashion berkelas seperti tas dan dompet yang bernila
Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
Maka tidak heran bila pembeli produk fashion buatan Rofiq berasal dari kalangan menengah atas. Beberapa di antaranya juga adalah kolektor fashion.
Rofiq menjelaskan tas kulit ular sudah masuk ke pasar internasional seperti pasar Asia dan Eropa. Namun, Asia masih menjadi pangsa pasar ekspor terbesar yang mencakup Singapura, Korea Selatan, Turki, hingga Armenia.
“Kalau pasar Eropa, seperti Jerman dan Rusia, banyak memesan bahan baku siap pakai. Harganya bisa Rp 250 - 300 ribu per lembar, satu bahan kulit bisa mencapai 3 - 4 meter,” ucapnya.
Rofiq mengungkapkan bahwa produksi tas nya dalam sebulan bisa mencapai 500 - 1.000 tas per bulannya.
"Dengan produksi sebesar itu, omset usaha ini bisa mencapai ratusan juta. Dalam produksi ini, kami melibatkan 50 pegawai,” ujar Rofiq.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko sangat mengapresiasi upaya Rofiq yang berani memulai usahanya kembali di Banyuwangi. Apalagi, lanjut Yusuf, Rofiq mempekerjakan warga sekitar.
"Saya harap, keuletan dan kejelian Rofiq dalam membuka usaha ini bisa menjadi inspirasi bagi calon wirausaha Banyuwangi yang akan memulai bisnisnya," pungkas Yusuf. (haorrahman/TribunJatim.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-banyuwnagi-tas-kulit-ular-asli-banyuwangi.jpg)