Breaking News:

Semarak Ramadan 2019

Begini Sejarah dan Tradisi Makan Ketupat di Indonesia saat Lebaran, Berikut Penjelasan Sejarawan

Satu di antara hidangan identik yang menemani Lebaran adalah ketupat. Ketupat ini menjadi makanan yang kerap disajikan di momen lebaran.

THINKSTOCK
Ilustrasi 

Tak berhenti di situ, sampai sekarang juga masih ada tradisi dari masyarakat Indonesia yang melakukan tradisi yang sama dengan menggantungkan ketupat.

Bedanya, mereka menggantungkan ketupat yang masih kosong di depan pintu rumah untuk menolak bala atau pengaruh negatif yang masuk.

Pengaruh Sunan Kalijaga Pada abad ke-15 dan ke-16, Sunan Kalijaga sebagai salah satu pendakwah di Pulau Jawa menggunakan budaya untuk menyiarkan agama Islam.

Ajaran Islam yang disyiarkan oleh Sunan Kalijaga terbilang berhasil karena melalui pendekatan yang banyak perhatian masyarakat.

Menurut Fadly, karena ketupat identik dengan masyarakat agraria, Sunan Kalijaga mengkreasikan makanan itu sebagai kuliner yang khas dengan momen Lebaran.

Cara inilah yang dianggap menarik minat masyarakat Jawa terhadap Islam. "Titik tolaknya ketika Sunan Kalijaga menyebarkan Islam di kalangan masyarakat Jawa yang saat itu masih transisi beragama Islam," ucap Fadly.

Hari Ini, Sidang Isbat Penentuan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1440 H Akan Digelar Kemenag RI

Melalui langkah tersebut, banyak sejarah lisan yang berkembang, yang mengatakan bahwa Sunan Kalijaga yang kali pertama menggunakan ketupat sebagai aksesori khas Lebaran.

Tiap-tiap daerah di Nusantara memiliki penyebutan sendiri untuk makanan ini.

Di masyarakat Jawa dan Sunda, biasanya mereka menyebutnya dengan nama kupat.

Sementara di Melayu disebut ketupat. Masyarakat Bali juga mengenal makanan ini dengan nama tipat.

Halaman
123
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved