Komunitas Pecinta Musang Pamekasan Bagi –bagi Takjil

Beberapa warga komunitas Pecinta Musang Pamekasan (Pamungkas), menggelar bakti sosial dengan memberikan takjil buka puasa kepada masyarakat

Komunitas Pecinta Musang Pamekasan Bagi –bagi Takjil
muchsin/surya
Ketua Pamungkas Pamekasan, Sri Wahyuning Astutik, saat memberikan takjil gratis kepada warga Pamekasan. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Beberapa warga komunitas Pecinta Musang Pamekasan (Pamungkas), menggelar bakti sosial dengan memberikan takjil buka puasa kepada masyarakat yang melintas di jalan protokol, jalan raya Buddagan, Kecamatan Pademawu, jurusan PamekasanSumenep, Senin (3/6/2019) petang.

Pembagian takjil yang dilakukan Pamungkas ini, berlangsung selama 30 menit, mulai pukul 16.30 hingga pukul 17.00. Dan aksi bakti sosial ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang melintas di lokasi itu. Sehingga sebanyak 350 bungkus takjil berupa es buah yang diberikan kepada kaum duafa itu habis.

Mereka yang mendapat takjil gratis itu, sebagian besar penarik becak, pengendara sepeda pancal dan pengendara sepeda motor, yang melaju dari arah kota Pamekasan.

Sebab lokasi pembagian takjil ini ditempatkan di pinggiran kota, berjarak sekitar 4 km ke arah timur kota Pamekasan.

Untuk menarik perhatian warga yang melintas, di atara wanita Pamungkas ini menggendong beberapa musang jinak total, dari berbagai jenis. Sehingga dari jauh warga yang melihat musang digendong seorang wanita, memperlambat laju becak maupun laju sepeda motornya. Dan di saat itu pula, anggota maupun ketua Pamungkas, menyerahkan bungkusan takjil gratis kepada warga.

Beberapa warg yang mendapat bingkisa takjil gratis itu mengaku gembira dan berterima kasih. Mereka sebagian tidak menyangka akan mendapatkan bingkisan takjil.

“Terima kasih ibu, pemberian takjilnya. Kami buru-buru mau pulang, khawatir magrib di tengah jalan. Tapi mujur ada takjil gratis ini, sehingga kami tidak tergesa-gesa lagi untuk pulang. Jika pas adzan magrib di jalan, langsung saya makan takjil ini,” kata Juhari, salah sorang penarik becak, asal Kecamatan Larangan Pamekasan, dengan tersenyum.

Kepada Tribunjatim.com, Ketua Pamungkas, Sri Wahyuning Astutik, mengungkapkan, pemberian takjil gratis yang diberikan kepada masyarakat, merupakan kegiatan rutin Pamungkas setiap Ramadhan. Selain sebagai ajang silaturrahmi, juga ingin berbagi terhadap sesame.

8 FAKTA Aksi Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura Sukoharjo, Mulai Kronologi hingga Kondisi Pelaku

Lafadz Takbiran Jelang Idul Fitri 1440 H, Lengkap dengan Bahasa Arab dan Latin Serta Artinya

6 Fakta Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura, Masih Hidup hingga Kerap Hilang Secara Misterius

Dikatakan, selama teman-teman Pamungkas berkumpul tiap Minggu pagi di area monumen Arek Lancor, berbarengan dengan kegiatan car free day (CFD), yang ramai pengunjung mengihibur warga dengan menampilkan kelucuan musang.

Sedang selama Ramadhan 1440 H, tiap sore Pamungkas menghibur masyarakat dengan menampilkan musang di depan Taman Aspirasi Masyarakat, di Jl Kabupaten Pamekasan.

Dijelaskan, pihaknya sengaja lokasinya pemberian takhil memilih pinggiran kota, semata-mata bakti sosial yang dilakukan teman-teman Pamungkas, tidak mengganggu arus lalulintas jalan raya.

“Mereka yang kami beri takjil gratis itu, sebagian besar mau pulang ke rumahnya. Dan kami bersyukur, warga yang kami suguhi takjil menyambut senang,” kata Sri Wahyuning Astutik kepada Tribunjatim.com.(sin/Tribunjatim.com)

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved