Tiga Bayi Bison Eropa dan Amerika Lengkapi Koleksi Bison di Taman Safari Prigen Pasuruan

Taman Safari Prigen (TSP) kembali berhasil dalam program perkembangbiakan satwa atau breeding.

Tiga Bayi Bison Eropa dan Amerika Lengkapi Koleksi Bison di Taman Safari Prigen Pasuruan
ISTIMEWA/TRIBUN JATIM
Tiga Bayi Bison Lengkapi Koleksi Bison di TSP, Juni 2019. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Taman Safari Prigen (TSP) kembali berhasil dalam program perkembangbiakan satwa atau breeding. Kali ini, TSP berhasil membantu kelahiran dua spesies Bison dari Eropa (Bison bonasus) dan Amerika (Bison bison).

Totalnya, ada tiga bayi Bison sekaligus yang lahir dengan indukan berbeda. Keberhasilan ini, menjadi pelengkap koleksi satwa TSP.

Dokter Hewan TSP, drh Nanang Tedjo Laksono mengatakan, ada dua bayi yang lahir dari species Bison Eropa bernama Tiras dan Thomas. Keduanya berasal dari indukan jantan Titus, namun berbeda indukan betina.

Special Show Petualangan Jaka Tarub Jadi Primadona Taman Safari Prigen di Musim Libur Lebaran 2019

Dijelaskan dia, Tiras dari indukan betina Rasya, sedangkan Thomas menjadi anak dari indukan betina Sandra.

"9Tiras berjenis kelamin betina berusia lima bulan yang lahir pada 11 Januari 2019. Sedangkan Thomas masih berusia dua bulan yang lahir pada 11 April 2019,” katanya.

Selain koleksi Bison Eropa, kata dia, Bison Amerika juga mendapatkan kabar gembira. Bayi Bison Amerika diberi nama Cleo ini berusia tiga bulan dengan jenis kelamin betina. Lahir dari indukan jantan Nanduira dan Keysa, Cleo lahir tepatnya pada 29 Maret 2019.

“Perbedaan mendasar dari Bison Amerika dan Bison Eropa jika dilihat dari fisik di antaranya postur tubuhnya. Bison Amerika memiliki perawakan yang lebih besar jika dibandingkan dengan Bison Eropa,” paparnya.

Libur Akhir Pekan, Ratusan Pengunjung Kunjungi Taman Suroboyo di Kecamatan Bulak Kota Surabaya

Selain itu, ia menambahkan, Bison Amerika memiliki bentuk tubuh tinggi di bagian depan dan pendek di bagian belakang. Sementara untuk Bison Eropa tubung tinggi dari depan ke belakang cenderung sama rata.

“Kemudian ada lagi perbedaan di warna kulit Bison Eropa yang agak kecoklatan, sedangkan Bison Amerika lebih gelap. Rambut Bison Amerika lebih panjang dan lebar, jika disbanding dengan Bison Eropa,” urainya.

dr Gilang Romadhon menambahkan, di habitatnya, bison sudah hampir punah. Populasinya menurun drastis. Sudah banyak yang musnah. Nah, ia pun bersyukur, di TSP ini bisa membantu proses pengembangbiakkan bison.

"Kami sedang mempersiapkan perkawinan bison yang bukan satu darah. Jadi nanti bisa melahirkan bayi bison yang sehat dan berkualitas. Jadi populasinya bertambah. Total bison disini, sudah 12 ekor.kami akan tambah dengan cara kami lagi nanti," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved