Profil Muhammad Mursi, Mantan Presiden Mesir yang Meninggal Dunia saat Sidang, Pernah Kerja di NASA

Berikut profil dan fakta-fakta Muhammad Mursi, mantan presiden Mesir yang meninggal dunia saat sidang.

Editor: Pipin Tri Anjani
AP Photo/Sakchai Lalit via Tribunnews.com
Profil Muhammad Mursi, Mantan Presiden Mesir yang Meninggal Dunia saat Sidang 

Ia ditempatkan di bagian pengembangan mesin untuk program pesawat ulang-alik.

Melihat riwayat pendidikannya, Mursi merupakan seorang sarjana teknik dari Cairo University, Mesir.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan masternya dengan mengambil jurusan Teknik Metalurgi di kampus yang sama.

Biodata-Profil Olivia Culpo, Eks Miss Universe yang Dinobatkan Jadi Wanita Terseksi 2019 oleh Maxim

2. Tokoh Ikhwanul Muslimin

Politisi kelahiran 20 Agustus 1951 ini bergabung dan aktif sebagai anggota kelompok Islam di Mesir, Ikhwanul Muslimin.

Namun, karena kelompok yang ia ikuti dilarang di Mesir yang merupakan negara asalnya, maka Mursi mencalonkan diri dan terpilih sebagai anggota parlemen pada 2000 lewat jalur independen.

Jabatan ini ia pegang hingga 2005.

Selanjutnya Mursi ditunjuk sebagai badan eksekutif tertinggi organisasi, Biro Bimbingan Ikhwanul Muslimin.

Setahun setelahnya, ia justru dipenjara selama tujuh bulan karena dianggap terlibat dalam protes pembentukan pengadilan independen di Mesir.

Tidak hanya itu, ia juga harus ditahan atas tuduhan terlibat dalam aksi protes yang memaksa presiden sebelumnya, Husni Mubarak, untuk turun pada 2011.

Mubarak jatuh akibat Revolusi Mesir 2011 yang berpusat di Alun-alun Tahrir atau Tahrir Square.

Profil-Biodata Renatta Moeloek, Juri Grand Final MasterChef Indonesia 2019 dan Kekasih Dikta

3. Terpilih menjadi presiden

Saat Pemilihan Presiden Mesir dilakukan, Ikhwanul Muslimin berpartisipasi dalam pemilu dan mengubah nama menjadi Freedom and Justice Party atau Partai Kebebasan dan Keadilan.

Di sana, Mursi maju menjadi calon setelah kandidat sebelumnya, Khayrat al-Shater didiskualifikasi dari pencalonan.

Pada Pemilu 2012, Mursi memenangkan pemilu dengan mengantongi 51,7 persen suara dan mengalahkan pesaingnya, Ahmad Shafiq yang merupakan perdana menteri di bawah Mubarak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved