Puluhan Mahasiswa UK Petra Bikin Desain Ruang Interior Buat Para Komunitas di Surabaya

Puluhan mahasiswa UK Petra memamerkan maket dan poster hasil desain ruang untuk tempat komunitas di Kota Surabaya.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Arie Noer Rachmawati
SURYA/SULVI SOFIANA
Nydia Velita menunjukkan maket dalam pameran bertajuk 'Interior Design for Creative Community', Rabu (19/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Puluhan mahasiswa UK Petra memamerkan maket dan poster hasil desain ruang untuk tempat komunitas di Kota Surabaya pameran bertajuk 'Interior Design for Creative Community'.

Karya mahasiswa Prodi Desain Interior (DI) UK Petra ini merupakan desain yang menunjang ruang fasilitas bagi para komunitas mulai dari tempat latihan, panggung hingga ruang pameran.

Satu di antara mahasiswa yang melakukan desain ruang yaitu Nydia Velita.

Ia dan kelompoknya melakukan desain ruang untuk komunitas Padepokan Jaranan dan Reog Surabaya.

Dituduh Perkosa Perempuan Asal Surabaya, PS Lapor Balik ke Polda Jatim Atas Pencemaran Nama Baik

Ratusan Orangtua Siswa Geruduk Kantor Dindik Kota Surabaya, Tuntut Sistem Zonasi PPDB 2019 Dihapus

"Kami mendesain ruang untuk komunitas, kami awalnya mewawancarai yang dibutuhkan apa. Komunitas ini butuh tempat latihan, pertunjukan, dan ingin punya tempat pameran untuk mengenalkan kegiatan mereka, mereka butuh kantornya," urainya di sela pameran, Rabu (19/6/2019).

Nydia dan teman-temannya juga mendesain pertunjukan yang digelar dalam pembukaan pameran di lantai 1 gedung P UK Petra dengan konsep yang menunjukkan identitas Reog.

Hal ini dilakukan dengan memasang display berupa furniture gerobak untuk memajang perlengkapan mereka agar bisa dilihat orang meskipun belum tampil.

"Furniture desainnya kami buat mobile, jadi bisa dipakai di indoor dan outdoor. Selebihnya kami buat masih dalam bentuk maket dan poster, karena mereka sendiri belum punya ruang khusus untuk beraktivitas," lanjutnya.

Laksmi Kusuma Wardani dosen Desain Interior dan Styling 4 mengungkapkan, pameran ini menjadi wujud dari tugas akhir mata kuliah Desain Interior dan Styling 4.

Makul ini menerapkan metode human center desain dan service learning.

Jadi mahasiswa diminta memberikan layanan pada masyarakat dengan merancang ruang interior bagi komunitas dengan spesifik kebutuhan mereka.

"Inti kegiatan ini empati,melatih kepekaan kebutuhan komunitas. Jadi misalkan mereka butuh ruang pameran, ruang workshop, makanya sebelum merancang mahasiswa juga ikut serta kegiatan komunitas, jadi bisa tahu kebutuhan mereka," lanjutnya.

Tercatat ada 99 karya mahasiswa yang berupa perancangan atas ruang budaya bagi komunitas.

Kecewa Sistem Zonasi Umum PPDB 2019, Puluhan Orang Tua Datangi Balai Kota Surabaya

Unjuk Rasa Hapus Zonasi PPDB, Wali Murid Geruduk Grahadi Surabaya dan Hentikan Mobil Pelat Merah

Sejumlah komunita syang dilibatkan seperti My Sister's Fingers, Doodle Art, Waste Recycling Project, Roode Brug Soerabaia, Perkantas, GPPS Jemaat Bethlehem, Surabaya Tempo Dulu, Prajanara, Hwie Tiauw Ka, Ion Scuba Diving dan Rumah Pintar Juanda Cendekia Surabaya.

Hasil akhir berupa rancangan desain interior merupakan akumulasi dari berbagai kemampuan analisis, sintesis hingga mewujudkan ide terbaik yang konseptual dan filosofis.

“Yang dilakukan mahasiswa Desain Interior ini sangat efektif bagi kegiatan kami kedepannya. Sebab ruang budaya ini mutifungsi sesuai dengan kebutuhan kami. Semoga kedepannya UK Petra dapat bekerja sama dengan kami,” ungkap Hendra Barong Piknik dari komunitas Prajanara.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved