Pengunjung Antusias Peringati Hari Jerapah se-Dunia di Taman safari Pasuruan

ia pun mengumpulkan kertas itu ke panitia lomba. Ia dan adiknya, sedang mengikuti lomba mewarnai yang diselenggarakan Baobab Safari Resort Pasuruan

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Galih Lintartika)
Pengunjung memberi makanan di Taman Safari Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Fayyaz, sibuk mewarnai sebuah kertas yang bergambar jerapah. Ia tampak cekatan dengan pensil warnanya. Dalam sekejap, kertas gambar yang didominasi jerapah itu sudah berwarna.

Tak lama, ia pun mengumpulkan kertas itu ke panitia lomba. Ia dan adiknya, sedang mengikuti lomba mewarnai yang diselenggarakan Baobab Safari Resort Pasuruan dalam rangka memperingati Hari Jerapah Se-Dunia yang jatuh pada tanggal 21 Juni 2019, Minggu (23/6/2019).

"Saya sudah selesai," katanya seraya melambaikan kertas gambar yang sudah ia warnai ke arah panitia lomba.

Kepada Surya, ia mengaku sangat senang bisa ikut lomba mewarnai ini. Apalagi gambarnya jerapah. Kata dia, sejak kecil, ia hobi mengoleksi boneka jerapah.

"Saya suka jerapah. Bentuknya unik. Tinggi, besar tapi tidak buas. Warna dan corak di tubuhnya itu yang membuat saya suka jerapah dari kecil," urainya kepada Tribunjatim.com.

Saat ditanya lebih jauh soal jerapah, ia mengaku jerapah sekarang kondisinya lagi memprihatinkan. Ia baru saja, mendapatkan penjelasan dari petugas bahwa jerapah sekarang populasinya berkurang.

"Saya juga baru tahu kalau kemarin baru saja hari jerapah dunia. Mendengar kabar itu, saya sangat sedih. Saya ikut prihatin. Saya juga tulis komitmen saya tadi di papan harapan. Saya akan jaga lingkungan, dan saya akan lestarikan satwa untuk menjaga populasinya agar tidak punah," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Selain itu, para tamu juga berkesempatan untuk melihat langsung jerapah yang ada di area Baobab. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa memberikan makanan secara langsung dari tangan mereka sendiri dalam satu baki kecil.

Pria di Sidoarjo Diringkus Polisi Gara-gara Jual Tanah Kavling Fiktif, Raup Untung Rp 3 M

Kronologi Kecelakaan Pikap Ditabrak 2 Mobil hingga Terbakar di Tol Kertosono, Dipicu dari Ban Pecah 

Pengakuan Felicia Putri Bikin Hotman Paris Kurangi Joget Mesra, Sang Pengacara Tak Bisa Melupakannya

Para tamu tidak hanya memberikan makanan secara langsung kepada tiga jerapah, zahra, zahari dan kamil di feeding station, Baobab Safari Resort. Tetapi juga diberi wawasan tentang Populasi Jerapah di-Dunia yang semakin menurun.

M Burhan, Hotel Manager Safari Baobab Resort mengatakan, saat ini, jerapah termasuk dalam satwa yang langkah. Populasinya sangat berkurang sekali. Berdasarkan laporan Nature World News, para pemburu yang tak bertanggung jawab rela menjelajah ke 21 negara tempat jerapah bersemayam.

Selanjutnya, para pemburu menargetkan jerapah sebagai sasaran tembak. Hal ini dilakukan di taman nasional milik negara, swasta, maupun lahan umum.

Akibatnya, saat ini jumlah jerapah dari Afrika Barat yang tersisa di Nigeria kurang dari 300 ekor, serta kurang dari 700 ekor lainnya bisa ditemukan di Uganda dan Kenya.

"Saah satu alasan menurunnya populasi jerapah adalah karena perburuan gelap. Ada orang-orang yang membunuh jerapah dan menjual dagingnya di toko-toko, jeratan yang lagi-lagi selaras dengan perburuan juga, dan sejenisnya," urainya.

Sebagai Resort yang tergabung dalam Taman Safari Indonesia (TSI) Group, dengan kegiatan ini, pihaknya ingin mengedepankan konservasi satwa. Baobab Safari Resort memiliki kepedulian terhadap alam sebagai habitat satwa-satwa liar dengan mengajak para tamu untuk berpartisipasi memperingati hari jerapah.

Partisipasi ini berupa tanda tangan komitmen Konservasi yang dipandu oleh Tim Edukasi dari Taman Safari Prigen (TSP) untuk bersama - sama selamatkan satwa - satwa ini, karena ereka adalah titipan dari anak cucu kita. Save our precious wildlife. (lih/Tribunjatim)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved