Begini Kritik Bambang Haryo Pada Proyek LRT yang Dinilai Tak Efektif, Lebih Baik Pakai Commuter Line

Begini Kritik Bambang Haryo Pada Proyek LRT yang Dinilai Tak Efektif, Lebih Baik Pakai Commuter Line.

Begini Kritik Bambang Haryo Pada Proyek LRT yang Dinilai Tak Efektif, Lebih Baik Pakai Commuter Line
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Bambang Haryo, tokoh politisi Partai Gerindra 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono, menilai proyek strategis nasional pemerintahan Jokowi, yakni light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) tidak efektif untuk angkutan masal.

Anggota DPR-RI dari Partai Gerindra ini mengatakan, besarnya biaya sekitar Rp 30 triliun yang dikeluarkan pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana LRT Jabodebek tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh oleh masyarakat.

"Pak Jokowi nggak mengerti, kalau LRT manfaatnya kecil banget untuk masyarakat. Apalagi yang di Palembang, tidak laku," kata Bambang saat melakukan kunjungan kerja di Madiun, Jumat (5/7/2019) siang.

Bambang Haryo Minta Pemerintah Harus Kontrol Penuh Program Tol Laut, Ini Mekanismenya

Bambang Haryo Siap Maju di Pilwali Surabaya 2020, Sebut Tinggal Tunggu Restu Prabowo Subianto

Gagal Pertahankan Kursi Senayan, Bambang Haryo Ungkap Rencananya Lima Tahun ke Depan

Bambang membandingkan LRT dengan kereta Commuter Line. Menurutnya, biaya untuk membangun sarana dan prasaran Commuter Line lebih murah, dan mampu mengangkut lebih banyak penumpang bila dibandingkan LRT.

"Ternyata maksimum kapasitasnya sehari hanya sekitar 140 ribu penumpang, dengan biaya sekitar Rp 30 triliun. Padahal kereta Commuter Line dengan 50 rangkaian kereta, dengan biaya sekitar Rp 3 triliun, bisa mengangkut 1,2 juta penumpang per hari," jelasnya.

Oleh sebab itu, dia meminta kepada pemerintah agar tidak lagi membuat program pembangunan LRT antar kota karena menurutnya boros dan hasilnya nggak maksimal.

"Teknologi memang dikatakan canggih, tapi kalau tidak bermanfaat. Sekarang tidak boleh lagi ada gagasan Pak Jokowi untuk membangun LRT antar kota," tegasnya.

Bambang mengatakan, seharusnya pemerintah justru memperbanyak pembangunan kereta berbasis rel.

"Kalau menurut saya LRT ini tidak bermanfaat, lebih baik kita dorong ke pengembangan kereta berbasis rel," katanya.

Tidak hanya meningkatkan angkutan penumpang namun juga meningkatkan angkutan barang.

"Yang menjadi target Pak SBY dulu kan 1 juta TEUs. Dari 100 ribu TEUs menjadu 1 juta TEUs. Tapi tidak dikembangkan," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved