Jansen Tertawa Ditanya Mau atau Tidak Rekonsiliasi Tanpa Diberi Posisi Menteri, Nasdem Meledek

Saat ditanya mau atau tidak rekonsiliasi tanpa diberi posisi menteri, Jansen Sitindaon bereaksi!

tayangan Youtube Kompas TV
Reaksi Jansen Sitindaon saat ditanya mau atau tidak rekonsiliasi tanpa diberi posisi menteri 

TRIBUNJATIM.COM - Ketua DPP Nasdem, Taufik Basari, meledek Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat ditanya tentang apakah partainya mau rekonsiliasi dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) meskipun nantinya tak diberi jatah kursi menteri dalam pemerintahan 2019-2024.

Susana itu terjadi saat mereka menjadi narasumber di program acara 'Mencari Pemimpin' di KompasTV pada, Jumat (5/7/2019).

Berawal dari sang pembawa acara, Liviana Cherlisa mempertanyakan soal kesediaan rekonsiliasi dengan presiden terpilih Joko Widodo namun tidak tidak masuk koalisi kepada Jansen yang menjadi satu dari empat narasumber yang hadir di sana.

"Mau rekonsiliasi tapi enggak boleh jadi partai koalisi?" tanya Livi.

Arief Poyuono Sebut yang Melahirkan Jokowi ke Tingkat Nasional Itu Gerindra Bukan Nasdem atau PKB

Prabowo Bertemu Jokowi Juli Ini, Faldo Maldini: Seperti Drama yang Dibuat-buat Sehingga Muncul Hero

Menjawab pertanyaan itu, Jansen menjelaskan bahwa semua putusan soal koalisi akan diserahkan sepenuhnya kepada Joko Widodo sebagai presiden terpilih.

"Pak Jokowi ini kan sudah sangat mengenal semua partai politik yang ada di Indonesia ini. Karena ini kan periode kedua beliau jadi presiden," kata Jansen.

"Sudah sangat mengenal partai politik, sudah sangat mengenal semua ketua umum partai di Indonesia, kualitas kadernya, karakternya, dan lain segala macam."

"Jadi kalaupun kemudian ada niatan Pak Jokowi mengajak kami partai-partai yang ada di pihak 02 ini, Pak Jokowi sudah tahu lah caranya."

"Jadi enggak perlu juga kemudian kita berpolitik akrobatik di depan publik untuk menarik hati Pak Jokowi," paparnya.

Prediksi Andre Rosiade Soal Langkah Sandiaga Uno di Kancah Perpolitikan, Gabung Prabowo Lagi?

TKN Tanggapi Relawan 02 Belum Terima Putusan MK: Kelemahan Prabowo Tak Tampil Sebagai Strong Leader

Jansen melanjutkan, bicara soal rekonsiliasi, Partai Demokrat telah melakukan hal tersebut dengan cara meneduhkan para pemilih di bawah dan telah menerima hasil pemilu dan putusan Mahkamah Konstitusi.

"Intinya, Demokrat sejak awal sudah mengedukasi para pemilih kami di bawah apapun hasil pemilu ini harus kita terima," jelasnya.

"Tidak bisa lagi kemudian kita katakan Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin itu bukan presiden Indonesia lima tahun ke depan."

"Itu sudah itu. Sebagai manusia konstitusi, taat hukum, apapun hasil pemilu ini kita harus terima," ungkap Jansen.

Ngaku Teruji di Berbagai Era Pemerintahan Bela Rakyat, PKS: Jadi Oposisi atau Koalisi, Tetap Kritis

5 Fakta Grace Natalie Ketum PSI yang Dikabarkan Jadi Calon Menteri Baru Jokowi, Cantik Berprestasi!

Kemudian Livi mempertanyakan apakah jawaban Jansen itu merupakan narasi membangun demokrasi Indonesia ke depan atau hanya narasi untuk membentuk negosiasi dengan Jokowi demi lobi-lobi politik selanjutnya.

Lantas Jansen menjawab bahwa ada kesamaan antara Partai Demokrat dengan PDIP.

"Partai Demokrat ini sama dengan PDIP. Kamilah Partai di Indonesia yang sudah paripurna sebagai sebuah partai politik," ujar Jansen.

"Kami pernah 10 tahun di dalam kekuasaan, mengelola kekuasaan, kami juga pernah di luar kekuasaan."

Pernyataan itu disampaikannya untuk menjelaskan bahwa Demokrat siap di mana pun posisinya kelak.

"Artinya bagi Partai Demokrat, mau di dalam ataupun di luar sama saja," ungkap Jansen.

"Yang penting hari ini kita menenangkan pemilih-pemilih kita di bawah untuk tenang, menerima apapun hasil pemilu ini," imbuhnya.

Adapun, Jansen beranggapan bahwa jika masyarakat tenang, maka sang sang presiden pun akan tenang.

"Kalau Pak Jokowi tenang, Inshaa Allah menteri-menteri yang akan beliau pilih itu, entah latar belakangnya dari 01, profesional, atau mengambil dari 02, pastilah dipilih yang terbaik," jelas Jansen.

"Kalau dia memilih yang terbaik, kerjanya bagus, performance pemerintahan ini mantap, yang menerima hasilnya juga itu masyarakat kita, bangsa Indonesia secara keseluruhan, di mana kami juga ada dalam bagian itu."

Merasa tak puas dengan jawaban Jansen Sitindaon, Livi kembali menanyakan pertanyaan yang sama.

Livi lantas menanggapi pernyataan Jansen soal Demokrat siap di dalam maupun di luar pemerintah selama rekonsiliasi tetap terwujud.

"Kalau tadi anda katakan mau di luar atau di dalam yang penting rekonsiliasi diwujudkan, artinya kalau diajak rekonsiliasi tapi nggak diberi posisi menteri mau?" tanya Livi.

Mendengar pertanyaan dari sang pembawa acara sontak Jansen, pembawa acara dan semua narasumber tertawa terbahak-bahak.

Pengamat Sebut Kemampuan Prabowo Semakin Berkurang Pasca Putusan MK: Secara Faktor Alam Makin Menua

Berpotensi Jadi Capres Dalam Pilpres 2024, Ahok BTP Bisa Jadi Kuda Hitam, Prabowo Masih Berpeluang

"Ketawa kan," kata Livi.

"Kayaknya susah tuh jawabnya," ledek Taufik Basari yang sempat terkekeh.

Saat sudah berhenti tertawa, Jansen lantas memberikan penjelasan.

Jansen menilai, persoalan menteri ini dibahas terlalu cepat.

"Terkait soal ini sebenarnya terlalu dini untuk kita bahas. Pak Jokowi itu baru dilantik untuk periode keduanya itu 20 Oktober, ini baru bulan Juli, jadi 3,5 bulan ke depan masih banyak kemungkinan yang terjadi," kata Jansen.

"Jangan pula kamu pikir Pak Jokowi nyaman-nyaman dengan Partai di 01. Bisa saja tidak nyaman. Iya kan? Bisa saja 3,5 bulan ini," kata Jansen menengok ke arah samping kirinya, tempat narasumber lain, Waketum Gerindra, Ferry Juliantono.

Ditanya seperti itu, Ferry justru memberikan jawaban singkat yang buat semua pihak tertawa.

"Saya agak kurang tahu itu," kata Ferry santai, sementara narasumber lain tampak terkekeh.

Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Adi Sasono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved